Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2006

Lebaran 2006

Monday morning
after finishing some translation work
Song: In My Life - The Beatles

Mosaic by fd's Flickr ToysEldes't Brother's House
This year we celeberated Lebaran at both my third brother's place in Serpong and my eldest brother's in Bekasi. We all spent one night in Bekasi, jam packed together like sardines in a can :D, then headed off to Serpong the next day, because we planned to have small barbeque party there the next evening.
We gave out angpau for my nephews and nieces as usual. This tradition was brought back by my sister, after been dead since we were all growing up and my uncles and aunties felt it's not necessary to give us angpau anymore. Wrong! LOL.
Last year, my sister suggested that we have to bring this tradition back alive. Only this time, we are the ones who gave out angpau to all children in the family. Yea, we really missed those good old days, so we agreed.
Look at them standing in line to get the angpau! :D

Grass on Our Parents' Graves
We w…

Kellinciku, Kelinciku, Kau Manis Sekali

...


Yaaaaah, begini deh kalo belom punya buntut. Yang dipotoin kalo gak makanan, benda-benda diam yang tak mampu melawan, atau bonbin depan rumah.

Karena itu marilah kita bernyanyi lagunya Chicha Koeswoyo jaman dahulu kala. Everybody sing!

Kelinciku, kelinciku, kau manis sekali
Melompat kian kemari, sepanjang hari
Aku ingin menemani, sepulang sekolah
Bersamamu lagi, menari-nari..

Kelinciku ----- sang by Chicha Koeswoyo



Doi berdua belom ada namanya sejak dibeli waktu masih kecil dulu. Udah segede gini, namanya masih 'kelinci' aja. Namain donk!



...

Ihwal Sepotong Kain (2)

Saturday, September 30th, 2006 -- my bro's living room, around 9 o'clock in the evening

Gue lupa bawa buku coret-coretan! Sekarang kelimpungan cari kertas, pas lagi perlu nulis sesuatu yang muncul di kepala. Sebelum hilang lagi kayak kemarin-kemarin!


...Ternyata,
ya ampun,
saya masih
sayayang bodoh. Perihal sepotong kain ini sudah pernah saya tulis tahun lalu. Tapi sungguh, sebetulnya tidak ada yang saya tulis di situ, selain kelitan kata-kata yang menolak menceritakan apapun.

Di kantor saya dulu, ada seorang designer web yang saya kagumi. Kami sekantor memanggilnya Pak Amir. Bukan hanya karena karya-karyanya yang memang bagus-bagus dan sering memperoleh penghargaan, tapi juga karena sikapnya yang rendah hati sekali. Beliau selalu kerja dengan ikhlas, tidak pernah mengeluh. Tutur katanya halus dan sopan, pancaran wajahnya tulus, selalu tersenyum. Pembawaannya tenang, bikin adem. Bicaranya pelan dan seperlunya saja, tapi orang mendengarkan. Selalu sholat di awal waktu. Kalau jam 2 sia…