Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2005

Rumah Ayah dan Mama

Ya Allah junjungan hamba,

Betapa sedihnya hati ini, melepas rumah tempatku tumbuh. Seperti kehilangan Mama dan Ayah untuk kedua kalinya.



Ada harum bau dan suara merdu Mama di dalamnya.

Ada disiplin dan aturan Ayah di tiap sudutnya.





Di situ tempatku merasakan kembali hadirnya mereka.

Separuh jiwaku telah mereka bawa pergi. Kini sebagian lagi hatiku harus hilang.



Ketika hidup serba tak pasti, rumah itu adalah satu yang pasti. Mengingatkan seluruh penghuninya akan hal-hal yang hakiki dan tak kan berubah. Bahwa waktu hanyalah sekelebatan cahaya.

Ya Allah Sang Penenang Jiwa,

lapangkan hati hamba malam ini. Karena air mata yang jatuh adalah karuniaMu jua. Jadikan ini awal dari sesuatu yang lebih baik. Lebih indah. Lebih berpahala.

Semua milikMu. Akan kembali padaMu.

------------------
[Ketika ku tak bisa berhenti menangis. Aku menangis kemarin. Dan malam ini lagi.]
...