Sunday, May 19, 2013

Memandang Lembah


Gunung. Lembah. Teh hijau dengan madu. Buku.
Teringat kegemaran menulis yang kian luput dilakoni.


Lawangwangi, 21 April 2013


Thursday, April 25, 2013

Istirahat

Babang, Bacan Island 2

Sebuah email menggugah saya pagi ini. Seorang teman, ingin pensiun dari semua kesibukannya. Ia lelah dan losing herself. Saya sangat mengerti. Saya menyarankannya untuk beristirahat tanpa tenggat waktu. Mengistirahatkan tidak hanya badan, tapi juga jiwa. Dengan cara apapun.

Lalu ia bertanya, "Jika kamu bilang ini juga terjadi padamu, apakah berat bagimu? Apakah bercengkerama dengan penyu-penyu bermata sayu itu bisa mengobati?"

Sunday, November 25, 2012

Genting Highland 2012 - Part Three

From Herbal Egg to Ferrero Rondnoir

Genting Highland 2012 - Part One
Genting Highland 2012 - Part Two

Hoaahheeemmmm... Jam 4 pagi saya bangun, di kamar mandi ketemu Cia lagi ngelepas soft lens, baru pada bubaran dari kamar 9016!!! Mwaaa... Belakangan baru ketahuan hasil malam itu adalah sebuah video nista semua orang ber-gangnam massal! *ngakak manjat pagoda*

Coffee Terrace

Breakfast @ Coffee Terrace 1

Pagi ini, pagi terakhir. Mandi dan packing sebelum sarapan, sisain ruang di travelling bag paling atas buat oleh-oleh. Breakfast di Coffee Terrace, hidangannya dari seluruh belahan dunia. Mulai dari Local Favorite, Chinese, Western, Western Asian, sampe Japanese! And you thought I would've grabbed sushi and sashimi for breakfast :) Gaaak, pagi ini rada waras dikit. Bertekad sarapan yang bener buat menggelontor segala yang sudah terjadi dua hari kemarin. While my friends were having another feast, I happily gnawed fresh fruit cuts and washed them down with fruit juice.

Friday, November 23, 2012

Genting Highland 2012 - Part Two

Genting Highland 2012 - Part One

From fried durian to skydiving!

Video by Christine Eong

Pagi ini saya bangun, shubuhan dan.. tidur lagi. Mwahaa.. sebenernya sih nyari kolam renang. Waktu packing, baju renang udah nyaris saya sumpal barengan jaket, ketika ingat suhu udara di Genting berkisar 5-15 derajat *nyengir*.. Etapiiii, di Awana ada tuh kolam renang, dan airnya anget! *kudu dicobain*


Bakery

Fresh Loaves!

A cafe dedicated for baked goods, that is Bakery. Located right by the lobby of Maxims Hotel, you can't miss this place as it displayed loaves and loaves of beautiful bread on its glass rack. Gak cuma roti yang cakep-cakep itu, mereka juga serving pastry, quiche, cake, pie, donut, even french macaroon! Jadi kalo mau sarapan atau makan siang makaron perancis yang manis dan warna-warni itu, bisaaaa.. *it actually happened on our last day, btw :)*


Wednesday, November 21, 2012

Genting Highland 2012 - Part One

From Buddhist Temple to Theme Parks,
All Above The Clouds

At the peak of the 1800 meter Gunung Ulu Kali
lies the wondrous world of Genting Highland.
Shrouded in mist and refreshingly cool weather,
far from the hustle of everyday pressures.
A land of perpetual entertainment,
fun games and rides,
amazing shopping and a fiesta of feasts.

It is a place of smiles and happiness, a retreat
where magical moments are created and imprinted
upon your mind as lasting memories.

(A poem found at the back cover of our photo in Cork Screw ride)


Sungguh bagai johan –  jodoh dari Tuhan, ketika beberapa pekan lalu sebuah kesempatan manis datang ke lini masa twitter saya. Kesempatan untuk menyambangi dataran tinggi Genting, Malaysia. Soalnya, terakhir kali saya ke negeri jiran ini dalam rangka mengajar, saya cuma punya satu hari bebas dan itu berarti saya harus memilih. Ke Genting atau ke Melaka? Saat itu saya memilih ke Melaka *another hutang tulisan*. Maka ketika kesempatan untuk ke Genting ini datang, ahayyy, sungguhlah pas!

Wiwit taught
Dee Linn
bahasa ABG,
"Cius? Miapa?"
and we bursted
into thundering
laughter..
Kami pergi bersepuluh, 8 blogger dan 2 jurnalis yang tidak saling kenal sebelumnya. Ketemu dan kenal pertama kali di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta menjelang boarding. Keren kan :) Mana tau salah satu dari mereka adalah pembunuh berdarah dingin? *lirik seseorang*

Selepas subuh, naik angkot ke terminal Pasar Minggu, lalu naik Damri ke bandara. Travelling bag saya hanya terisi separuh, tapi terasa cukup gembil dengan jaket tebal yang saya sumpal paling atas. Just in case sweater saya masih tembus dingin, saya gak mau kejadian Gunung Gede terulang lagi, ketika Schoffel sekalipun gak mampu menahan udara yang bikin saya jadi ice carving.


Related Posts with Thumbnails