Friday, July 26, 2013

Laut yang Tunduk

Wakatobi 026

 اللَّهُ الَّذِي سَخَّرَ لَكُمُ الْبَحْرَ لِتَجْرِيَ الْفُلْكُ فِيهِ بِأَمْرِهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُون
"Allah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia -Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur."
(Q.S.Al Jatsiyah 45 :12) 

وَهُوَ الَّذِي سَخَّرَ الْبَحْرَ لِتَأْكُلُوا مِنْهُ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُوا مِنْهُ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا وَتَرَى الْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ 
"Dan Dialah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur."
(Q.S. An Nahl 16:14)

IMG_2241-p IMG_2236-p

Saya sangat mengagumi para nelayan. Dan orang-orang yang enggan beranjak dari laut. Memilih hidup darinya, bahkan di atasnya. Mereka adalah orang-orang yang kerap saya temui dalam perjalanan-perjalanan di mana manusia hanya memiliki setitik saja kendali. Ketika merasa sangat kecil dan tak berdaya. Ketika Allah terasa amat dekat. Mereka menyapa dengan senyum lebar dan kebaikan hati. Di tengah samudera tak bertepi.