Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2015

Taman Nasional Wakatobi - More Than Coral Reefs (Bag. 2)

Wanci, Pulau Wangi-Wangi

Ibu kota Wakatobi ini terletak di pulau Wangi-wangi. Kepulauan Tukang Besi sendiri terdiri dari 4 kepulauan besar: Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko, hence the popular name Wa-Ka-To-Bi. Saya akan ketemu dengan teman-teman di Wanci ini keesokan pagi, sebelum memulai perjalanan kami menjelajah Wakatobi.

Ojek membawa saya ke Penginapan Lamongan *loh kok Lamongan? Katanya di Sulawesi :D* di Jl. Merdeka, gak jauh dari pelabuhan. Saya tau penginapan ini dari Riri, ketika dia tau saya cari penginapan murah hanya untuk numpang tidur satu malam sebelum bergabung dengan grup Explore Indonesia esok hari.

Tempatnya bersih, kamarnya cukup luas untuk ukuran backpacker yang biasa umplukan di homestay, dan ya, ..murah :) Dengan 65 ribu Rupiah per malam saya mendapatkan kamar seluas 3x3,4 meter persegi *saya beneran ngukur nih :D*, double bed, TV dan kamar mandi di dalam. Bersih, nyaman, muat 4 orang kalo yang 2 lagi bawa sleeping bag.

Saya ketemu Ibu Rubina, pemilik …

Taman Nasional Wakatobi - More Than Coral Reefs (Bag. 1)

"Selamat datang, di bumi surga nyata bawah laut, di jantung segitiga karang dunia."
- the writing on the gate of Wanci seaport, Wangi-Wangi island, Wakatobi, Southeast Sulawesi
Masih lekat di kepala ketika sore itu, di sebuah bioskop di pinggir kota, saya terpana menyaksikan film The Mirror Never Lies. Bukan karena bagusnya film buatan putri Garin Nugroho tersebut. Tapi karena indahnya setting film bagai bukan di bumi! Wakatobi. Wakatobi. Nama populer dari kepulauan Tukang Besi ini sontak terngiang senantiasa, tak mampu lepas dari pelupuk mata. Inilah surga nyata bawah laut di perairan Sulawesi Tenggara. Pusat segitiga karang dunia seluas 1,39 juta ha dengan 750 spesies karang dan 942 spesies ikan dengan spektrum warna terluas bagai permata tak tersentuh manusia. Penduduk yang berumah di atas laut, hilir mudik melalui laut, enggan meninggalkan laut sebagai sumber dan napas kehidupannya.

"Laut adalah cermin besarku," demikian narasi Pakis menutup film tersebut.

Ke sa…

An Istighfar

Bismillah..

I used to think that life is damn simple. You do what you love, be happy, try not to commit sin, follow the five pillars of Islam. Then you'll go to heaven.

I used to follow where my heart led me to, because I believe it always speaks the truth.

I used to think that happiness is doing what I love.

I was wrong.

Life is still simple. But you are obliged to learn and do more than what's basics. Somewhere down the road, every life will be forced to take a new height on faith and taqwa. And it never stops, until you pass every test. Until your time finally comes, you are obliged to learn more, to understand more, to do more about your deen.

It is the only way to keep life to remain simple. It won't be if you deny the process. And therefore you deny Allah's love, for it is Allah's way to save your place in heaven. Allah wants you there. It is you who are too slow and too naive and too foolish to understand such real true love.

You don't follow your heart…

Kutitipkan Namamu dalam Doaku - Dari Suriah untuk Indonesia

“Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan saling berempati bagaikan satu tubuh. Jika salah satu anggotanya merasakan sakit maka seluruh tubuh turut merasakannya dengan berjaga dan merasakan demam.” (HR. Muslim)

Ini adalah sebuah cerita perjalanan tim Forum Indonesia Peduli Syam (FIPS) dan Jurnalis Islam Bersatu (JITU) ke tanah di mana sayap malaikat-malaikat Allah terbentang untuknya. Negeri Syam, tepatnya Suriah. Di mana peperangan akhir zaman dimulai sudah.

Buku ini berpindahtangan usai kajian oleh salah satu penulisnya, Muhammad Pizaro. Khas catatan jurnalis, fakta-fakta disajikan lugas, just as it is.

Ada wawancara dengan beberapa ulama Suriah. Ada kisah interaksi dengan saudara-saudara muslimin. Anak-anak Suriah. Mereka semua.. mendoakan Indonesia.

Dengan langkah agak cepat dia berusaha menghampiri kami. "Akhi,.. Akhi,.. (saudaraku)," serunya. Dia menjabat tangan dan memeluk kami. "Semoga Allah menjagamu, wahai saudaraku. Semoga neg…