Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2011

About A Bird

Songs:
"Free As A Bird" - The Beatles
"Blackbird" - The Beatles
"Falling Slowly" - Lee Dewyze and Crystal Bowersox, written by Glen Hansard



Free.. as a bird
it's the next best thing to be
like a homing bird I fly
like a bird on wings..

"Free As A Bird" - The Beatles
*Menulis ini sambil merasai kupu-kupu menggelitiki perut sayaaaaa..!*

Gini deh tiap kali abis bertelur album. Perasaan campur aduk semacam es campur disiram madu liar organik. Segar menyehatkan!

Banyak hal yang bikin saya jumping over the moon bikin album ini. 
Pertama: lirikanmu. Eh, salaaaah.. itu donk lagunya Rafika Duri jaman almarhum Ayah saya masih mudaaaa! Ulang!

Pertama: dia berbentuk burung. Hihihi.
Saya gak pernah bikin album yang bentuknya spesifik kayak gini. Ostosmastis si burung jadi the hero of the dish donk *Masterchef kali, cuy*. Maksudnya, saya gak bisa ngaco seenak puser seperti biasa. Kalo albumnya berbentuk burung, mosyok saya tempelin gambar petinju sih? Which by the …

Good Lighting, Good Life

Suatu hari di jaman dahulu kala, ketika Friendster adalah Facebooknya hari ini, saya terkejut melihat foto profil seorang sahabat. Halah, kok cakep? Gak mungkin! Hahaha. Sahabat saya hanya tertawa ketika saya tuduh dia operasi plastik bareng Krisdayanti, “It’s all about lighting and angle, Ri.”

Ah, couldn’t be truer! Betapa saya selalu takjub melihat wajah-wajah di cermin kamar mandi hotel dengan lighting yang cantik, lalu seketika berubah lagi ketika lighting ruangan berubah lagi. It really is about good lighting!

Karena saya yang sering menyamar jadi food photographer, lighting is everything, of course. Kami melukis menggunakan cahaya. Seolah cahaya dapat melakukan apapun. Membuat bayangan, mengubah mood, menciptakan imaji, menerjemahkan ekspresi, hingga merangkai cerita.

Ketika menjadi fotografer, saya adalah pengejar matahari. Cahaya matahari adalah yang tercantik! Tapi ketika harus menghadapi sesi foto yang panjang, matahari yang tidak ada remotenya itu pun mau tak mau harus diganti…

Lebih Indah

mungkin, udara Yogya wangi setanggi. atau, kubah langitnya meneduhi candi. bahkan kit 18-55 tunduk menghamba, memuja lumut hijau coklat tua sepanjang tembok pemandian permaisuri. duhai, mengapa segalanya terasa lebih indah di Yogya?

February 2nd, 2011