Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2005

Manusia, Lelahnya Menjadimu (the end)

Read previous chapter

Dalam kondisi divisi kami bagai kapal Titanic yang tenggelam perlahan, sementara sang kapten kapal tetap mempertahankan kesombongannya untuk tidak menerima kenyataan, Hanum dituntut untuk segera membentuk divisi barunya. Well, dalam keadaan seperti ini, banyak orang tidak siap ditinggal Hanum. Berkat kemurahan hati big boss, Hanum diperbolehkan untuk merangkap jabatan, selama masih diperlukan. Ia tetap di divisi Marty, sementara mempercepat pembentukan divisi barunya.

Sementara itu, kekompakan divisi kami sudah betul-betul di titik kritis. Kami terpecah antara pro Hanum dan pro Marty. Gimana dengan gue? Gue adalah orang yang ketiban sial, karena ada di tengah-tengah! Dua gajah berkelahi, yang mati rumput sekitarnya. Kalo cuma dituduh sebagai mata-mata sih gue gak peduli. Tapi yang paling berat, adalah ketika gue mengetahui dengan pasti bahwa, tanpa sepengetahuan Hanum, Marty menghapus hak akses Hanum ke database jaringan, sementara Hanum nanya ke gue kenapa dia gak…

Manusia, Lelahnya Menjadimu (continued)

Read previous chapter

Nota itu tergeletak di atas mejanya, dalam keadaan terbuka. Hanum baru saja selesai membacanya. Ia termangu tak percaya. Ia tak mengerti ada apa. Ia belum mampu mencerna kata demi kata di dalamnya, tapi tak kuasa membacanya lagi. Sungguhkah ini Marty yang kukenal? Sahabatku, yang membangun divisi ini bersamaku? Merancang mimpi, mewujudkan mimpi, membina tim impian, bersamaku? Yang (kupikir) kukenal luar dalam, memperlakukanku setara tanpa memandang hirarki jabatan? Seorang pemikir yang sanggup mengejawantahkan kedalaman pikirannya ke dalam pekerjaan, sahabatku, sungguhkah ia yang menulis nota ini?

Nota itu berisi serenceng kebijakan divisi yang Hanum tidak pernah tau keberadaannya selama ini. Dua belas butir peraturan yang intinya mematikan semua ide Hanum menyatukan dua divisi itu. Dalam satu divisi tidak diperbolehkan ada sub divisi, tidak diperkenankan ada kemitraan, tidak dibenarkan ada project berbendera lain selain pimpinan Marty, dan butir-butir peraturan ti…

Aneh!

Rumah Tomang dijual lagi!
Aneh!

Rumah peninggalan bokap nyokap gue ini baru terjual beberapa bulan lalu. Pembelinya sepasang suami istri pengusaha kaya raya, keturunan Cina.

Sesungguhnya, keanehan demi keanehan memang mewarnai jalan cerita penjualan rumah ini. Hanya karena gue sekeluarga percaya kekuasaan Allah, jadi keanehan-keanehan itu gak terlalu kita pikirin.

Berawal ketika sepasang suami istri calon pembeli rumah, datang ke rumah untuk nanya-nanya. Anehnya, si ibu ini gak mau masuk ke rumah. Kita persilakan beliau untuk liat-liat kondisi di dalam rumah, tapi dia, sebutlah ibu Yuli, bilang gak usah.

Ketika harga sudah disepakati, ibu Yuli beberapa kali datang lagi ke rumah untuk urusan surat-surat. Tapi tetap dia gak mau liat-liat ke dalam! Aneh! Paling jauh dia cuma duduk di ruang tamu. Alasannya,"Bangunannya nanti mau kita rubuhin, dan dibangun rumah baru untuk anak saya. Itung-itung saya beli tanahnya aja nih. Jadi gak usah liat-liat ke dalam, toh gak bakalan kita pake juga ru…

Manusia, Lelahnya Menjadimu

Ini kisah seorang manusia, yang gemar sekali pakai topeng. Tak peduli sakit raga dan jiwa, topeng tetap terpasang. Padahal ada lubang di mana mata asli tetap menyorot, mengabarkan derita hati. Satu-satunya jendela tempat ia menjerit minta tolong. Matanya lelah. Matanya jauh dari bahagia. Tapi topeng tetap dipakainya.

Dia boss divisi gue di kantor dulu. Cewek. Orangnya gesit, pinter ngeliat peluang, pekerja keras, ambisius, kompetitif. Sangat sangat kreatif, artistik, mandiri. Namanya Marty.
Bu Marty punya 'tangan kanan', bawahannya langsung, yaitu Hanum. Hanum melengkapi semua yang tidak dimiliki Marty. Pengalaman yang lebih banyak, pengetahuan lebih luas, motivator sejati, sifat mengayomi, kebijakan seseorang yang bekerja ikhlas untuk melayani orang lain.
Mereka berdua saling mengagumi, saling hormat, saling membutuhkan. Di bawah pimpinan 'the dynamic duo' ini, divisi kami jadi divisi paling kompak, paling banyak membuat kontribusi, dan ultimately, paling bahagia.
Di divi…

The Land of a Thousand Mosques!

Bagaimana menceritakan Lombok dengan sederhana? Pulau cantik nan perawan

[membuat Bali tak ubahnya
janda sembab bermulut bising,
 dengan makeup norak dan renda kumuh].

Pantai sunyi, berpasir merica bulat, berlaut biru tosca.
Lombok yang tenang, Lombok yang sepi.
Tanah seribu mesjid!





Hiu kecil,

penyu-penyu bermata sayu,
berwajah ramah,

ikan warna-warni
berombong-rombong.






Kilau mutiara,

kilau kerang-kerang,

pendar Putri Nyale.





Jalan berliku menyusur tebing, di atas punggung bukit.
Tahi kuda, rumput gersang, sapi kurus. Busung lapar.

Lombok yang tenang, Lombok yang sepi. Bagaimana menceritakanmu dengan sederhana?
..