Tuesday, July 05, 2011

Coming Up This July!


Video by Pinot

Ooh, yeah! Gak sabar mau ngumumin ini!

Pada jaman dahulu kala, tapi bukan di jaman jahiliyah, 4 foodblogger perempuan Indonesia bertemu di ranah maya dan saling menggauli melalui blog dan imil. Dua orang tinggal di Kuwait, satu orang di New Zealand, satunya lagi menggapai harapan di Jakarta, Indonesia. Mereka disatukan oleh dua hal yang sungguh menggairahkan: makanan dan fotografi.

Di suatu hari di mana terik matahari asik banget buat njemur kerupuk, mereka memutuskan untuk menulis buku mengenai dua hal tersebut digabung jadi satu: fotografi makanan *pake salaman dan cap jempol darah*. Mereka mengerjakannya selama 8 bulan, dan sekarang buku tersebut dalam perjalanan menuju toko-toko buku di seluruh Indonesia! Hore!

Mereka menamakan diri EmpatRana: Arfi Binsted, Dita Ichwandardi, Irra Fachriyanthi dan *ehm* Riana Ambarsari :)

Here how the book cover will look like:



Food Photography Made Easy


Disini kami bicara tentang fotografi makanan dalam bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti, sebagaimana kami mempelajarinya in the first place. Kami juga buka-bukaan *hush* tentang studio odong-odong yang kami gunakan untuk memotret, yang sebetulnya sih hanya sebuah meja, sumber cahaya, reflektor sederhana, props, dan bantuan kecil dari putra-putri kami :).

Buku ini diproyeksikan sudah akan tersedia di toko buku Gramedia di seluruh Indonesia paling lambat tanggal 13 Juli 2011. So stay alert, you will wanna have this, sumpah! *banting kopiah!*

..
This entry was posted in

Saturday, July 02, 2011

What Happened To The Universe?? - Ketika Semut Tak Lagi Doyan Kemut

Picture by GettyImages
Sebetulnya saya sangat sayaaaaang pada mahluk koloni yang rajin ini. Pekerja yang tangguh, giat dan ulet. Selama ini saya merasa mereka adalah sahabat-sahabat saya di dapur dan di mana-mana. Tiap kali mereka mengerumuni makanan di atas meja, saya cuma tersenyum maklum, lalu memindahkan makanan ke tempat yang aman dari jangkauan mereka. "Semut juga perlu makan." Ehm, bijak.

Mereka ada di sekitar saya untuk mengingatkan supaya senantiasa memelihara kualitas ketangguhan dan kerajinan seperti mereka. "Piknik tanpa semut, bagaikan ke pasar tanpa beli duren." *eh*

Tapi, tapiiiiiiiii... akhir-akhir ini mereka semakin nakal dan banyak akal. Air putih pun mereka kerumuni. Wadah kedap udara berhasil mereka tembus. Tutup botol diterabas. Plastik digeripisi. Hey, hey, lantas apa arti persahabatan kita selama ini? Apa???

Tahukah kamu, semut-semutku sayang, sudah bertahun-tahun para penjual racun semut itu saya cuekin karena sungguh saya gak mau melukai kamu? Sekarang, inikah balasanmu? *lap air mata pake ujung shawl*

Puncaknya adalah ketika beras yang saya simpan dalam wadah vacuum box terbuat dari hard plastic tuebeeeel banget, berhasil ditembus para prajurit berseragam hitam ini! Mereka berhasil melubangi wadah dengan lubang yang sangat halus tapi buanyak, merintis jalan sepanjang dinding tebalnya, and finally landing di lumbung padi saya! Oh, teganya kamu! Sekaligus hebat sekali sebenernya! *jadi gimana sih? cinta apa benci?*


This entry was posted in