...
6:23 AM 12/4/2007
Pagi ini hujan, lanjutan semalam. Hm, bahkan lanjutan kemarin pagi. Desember yang basah seperti ini selalu membawa saya ke dunia lain yang tidak di sini. Tempat Tinkerbell berteduh di bawah daun, dan Lotta meringkuk hangat di depan perapian, menghirup coklat panas.
Hari Jumat kemarin, saya dan teman-teman SMP ketemuan di Plaza Semanggi. Lumayan ada sekitar 22 orang. Seperti mimpi! Seperti mimpi melihat wajah-wajah mereka, bicara dengan mereka. Gak pernah menyangka masih ada umur untuk bisa bertemu mereka lagi. Saya bahagia sekali! Teman-teman SMP saya, sahabat-sahabat lama, mereka masih seperti dulu. Lucu, rame, apa adanya. Yang cewek-cewek masih pada cantik-cantik, masih pada cute, gak banyak berubah. Yang cowok-cowok justru yang banyak berubah. Rata-rata udah berpenampilan bapak-bapak dan gak se-cute dulu :) *sorry guys!* Sepertinya cuma Darocky yang tambah ganteng *Darocky, you can have this! Huahaha...*

Oh, saya sangat mensyukuri keputusan untuk datang ke reuni kecil ini. Sebelumnya bisa dibilang 99% saya tidak akan datang, karena membayangkan jalanan Jakarta yang macetnya tidak masuk akal. Tapi rupanya, kerinduan saya yang 2-3 bulan belakangan ini membuncah tak terkira kepada teman-teman lama, sanggup menyeret kaki saya untuk sampai di Plaza Semanggi yang menurut saya tidak nyaman itu. Syukurlah saya datang.
Dulu waktu kelas 3 SMP, saya dan seorang teman pernah membidani reuni TK. Ya, reuni Taman Kanak-Kanak! Waktu itu kita berhasil mengumpulkan sekitar 20-an orang, dan mendatangkan mantan kepala sekolah yang sudah naik pangkat menjadi penilik.
"Ibu baru kali ini menghadiri reuni TK..," kata bu Asni, sang mantan kepsek ketika memberikan sepatah kata.
Saya masih ingat, malam itu saya pun bahagia sekali, bisa ketemu teman-teman TK yang sudah jadi ABG cantik-cantik. Kalau sekarang masih mungkin ada lagi reuni yang sama, apakah kita semua masih saling ingat?
Betapa dahsyat gumpalan kelabu dalam kepala manusia yang dinamakan memori. Kemampuannya menghadirkan kembali rekaman data yang sudah lampau, ternyata diikuti pula dengan superiority menciptakan efek baru yang mengikuti proses pemanggilan data lama ini. Ia menciptakan efek
trance yang memabukkan. Membawa manusia ke dalam emosi-emosi baru yang dulu tidak ada. Manusia menjadi terharu, sedih, rindu, bahagia, terbuai bagai di alam mimpi. Subhanallah.
Terimakasih ya, Allah. Atas hujan pagi ini dan kemarin. Atas usia yang masih Engkau berikan untuk bersilaturahmi. Atas gumpalan kelabu di kepala manusia yang selamanya jadi misteri.
My cozy bedroom, listening to the sound of the rain..
Ketika hujan membawaku berteduh di bawah daun bersama Tinkerbell, dan bergelung di samping Lotta di depan perapian, menghirup coklat panas..
...