Thursday, December 27, 2007

Bulls Eye!

...

Woosh!

Satu lagi proyektil rindu mengena di sasaran tak terduga! Sebuah email kejutan, dari seorang jurnalis senior yang saya kenal waktu masih kerja di Trijaya Network, dulu sekali. Huah, sungguh-sungguh kejutan! Tidak pernah saya berpikir kalau beliau akan ingat saya.

Hai hai hai, apa kabar?
Sekarang aktif dimana?
Cerita-cerita dong, bu...

I****
Sudahlah jelas dan pasti langsung saya balas, lengkap dengan nomor telpon :D

Kutunggu sms-mu!

...

Monday, December 17, 2007

Desember dan Rindu

...
...Jika ini isyarat super mikro yg mengingatkan bahwa kita akan segera dipanggil Yang Kuasa, saya hanya bisa berucap, subhanallah, betapa indahnya..
Ah, Desember. Entah ada apa denganmu hingga saya selalu berada di puncak romantisme tiap kali bulanmu mengabah langit.

Sejak beberapa bulan lalu, saya kerap dihinggapi rindu yang memilin hati kepada teman-teman lama. Teman-teman paduan suara Trisakti, teman-teman di kantor lama, teman-teman SMP, SD, TK, semuanya. Rindu yang serius! Sungguh-sungguh menusuk tempat-tempat di dalam hati yang bahkan tidak pernah saya ketahui ada.

Mungkin, tanpa setahu saya, buncah kerinduan ini mengirimkan sinyal-sinyalnya ke semesta raya, sehingga proses berantai pun terjadi. Tidak lama, teman-teman SMP mengadakan kumpul-kumpul di Plaza Semanggi. Ketika sedang heboh-hebohnya merencanakan acara kumpul-kumpul ini, seorang teman SMP yang sangat saya rindui, dan sudah sekian lama saya coba hubungi lewat friendster tapi tidak kunjung menuai jawaban, tiba-tiba membalas message saya dan memberikan nomor hpnya. Kemudian kita kembali tersambung kontak via telepon dan SMS. Setelah itu, Irzam, teman saya di paduan suara Trisakti tiba-tiba SMS saya, dan kita akhirnya ketemuan berempat dengan Sandi dan Avin, suatu sore sampai malam di Dapur Ciragil yang nyaman, dilanjut ngobrol sampai malam benar di teras rumah Sandi. Dan baru kemarin sore, Maya, teman saya di kantor lama, mengirim pesan lewat friendster, say hi dan memberikan nomor teleponnya. Dengan super girang saya telepon dia, tentu dengan sangat norak dan teriak-teriak, "Boooooo, ketemuan doooooonk, kangen niiiiy....!!" dan kita langsung janji ketemuan di Citos nanti sore bersama satu orang teman lagi.

Oh, saya tak mengerti dengan rindu yang mencaruk hati bagai sembilu ini. Boleh jadi karena saya semakin tua :)

Namun jika ngilunya sanggup mengirimkan proyektil sinyal ke alam semesta, yang memanggil semua teman lama untuk menemukan saya, saya bersyukur teramat sangat. Tidak ada yang bisa memahami, mungkin, bagaimana saya berharap mereka bisa lewat tiap hari di hidup saya. Karenanya, jika SMS saya mereka balas, atau SMS mereka menyowani siang saya yang berawan, sore berbingkai bayang panjang sisa mentari, atau malam di atas bantal menjelang mimpi, gembira saya tak alang kepalang. Saya sanggup membalas SMS mereka bolak-balik hingga jari kapalan.

Keinginan untuk kembali dikelilingi oleh semua orang yang pernah singgah dalam hidup kita. Jika ini adalah proses menjadi tua, atau sebuah isyarat super mikro yang mengingatkan bahwa kita akan segera dipanggil Yang Kuasa, saya hanya bisa berucap, subhanallah, betapa indahnya.

...

Tuesday, December 04, 2007

Hujan Pagi Ini

...
6:23 AM 12/4/2007

Pagi ini hujan, lanjutan semalam. Hm, bahkan lanjutan kemarin pagi. Desember yang basah seperti ini selalu membawa saya ke dunia lain yang tidak di sini. Tempat Tinkerbell berteduh di bawah daun, dan Lotta meringkuk hangat di depan perapian, menghirup coklat panas.

Hari Jumat kemarin, saya dan teman-teman SMP ketemuan di Plaza Semanggi. Lumayan ada sekitar 22 orang. Seperti mimpi! Seperti mimpi melihat wajah-wajah mereka, bicara dengan mereka. Gak pernah menyangka masih ada umur untuk bisa bertemu mereka lagi. Saya bahagia sekali! Teman-teman SMP saya, sahabat-sahabat lama, mereka masih seperti dulu. Lucu, rame, apa adanya. Yang cewek-cewek masih pada cantik-cantik, masih pada cute, gak banyak berubah. Yang cowok-cowok justru yang banyak berubah. Rata-rata udah berpenampilan bapak-bapak dan gak se-cute dulu :) *sorry guys!* Sepertinya cuma Darocky yang tambah ganteng *Darocky, you can have this! Huahaha...*



Oh, saya sangat mensyukuri keputusan untuk datang ke reuni kecil ini. Sebelumnya bisa dibilang 99% saya tidak akan datang, karena membayangkan jalanan Jakarta yang macetnya tidak masuk akal. Tapi rupanya, kerinduan saya yang 2-3 bulan belakangan ini membuncah tak terkira kepada teman-teman lama, sanggup menyeret kaki saya untuk sampai di Plaza Semanggi yang menurut saya tidak nyaman itu. Syukurlah saya datang.

Reunion

Yup, A Reunion

Dulu waktu kelas 3 SMP, saya dan seorang teman pernah membidani reuni TK. Ya, reuni Taman Kanak-Kanak! Waktu itu kita berhasil mengumpulkan sekitar 20-an orang, dan mendatangkan mantan kepala sekolah yang sudah naik pangkat menjadi penilik.
"Ibu baru kali ini menghadiri reuni TK..," kata bu Asni, sang mantan kepsek ketika memberikan sepatah kata.
Saya masih ingat, malam itu saya pun bahagia sekali, bisa ketemu teman-teman TK yang sudah jadi ABG cantik-cantik. Kalau sekarang masih mungkin ada lagi reuni yang sama, apakah kita semua masih saling ingat?

Betapa dahsyat gumpalan kelabu dalam kepala manusia yang dinamakan memori. Kemampuannya menghadirkan kembali rekaman data yang sudah lampau, ternyata diikuti pula dengan superiority menciptakan efek baru yang mengikuti proses pemanggilan data lama ini. Ia menciptakan efek trance yang memabukkan. Membawa manusia ke dalam emosi-emosi baru yang dulu tidak ada. Manusia menjadi terharu, sedih, rindu, bahagia, terbuai bagai di alam mimpi. Subhanallah.

Terimakasih ya, Allah. Atas hujan pagi ini dan kemarin. Atas usia yang masih Engkau berikan untuk bersilaturahmi. Atas gumpalan kelabu di kepala manusia yang selamanya jadi misteri.


My cozy bedroom, listening to the sound of the rain..
Ketika hujan membawaku berteduh di bawah daun bersama Tinkerbell, dan bergelung di samping Lotta di depan perapian, menghirup coklat panas..

...
Related Posts with Thumbnails