"Tamu Hotel": Kondusifnya Syi’ar Islam di Negeri Jiran
Sajadah untuk Siapa Saja Masuk lobby hotel dan mata saya tertuju pada tumpukan sajadah bersih yang tersedia untuk dipakai tamu hotel. Di lobby, bukan di kamar! Sebuah layar televisi plasma raksasa tidak mungkin terlewat siapapun yang melewati front desk. Dzikir pagi, dzikir petang, dan dzikir-dzikir penenang hati ditayangkan, terlantun tanpa berhenti. Non stop, siang malam tanpa jeda. Menyejuki hati saya dan memicu pertanyaan, “Hotel macam apa ini?!”
gue koq gak pernah baca postingan elo yg 'aneh' bln july itu. kelewatan kali. tapi jd ngerti lanjutan cerita ini. aneh ya ri...di tomang di daerah mana? gue dulu tinggal di kebun raya, arah mau ke meruya sana.
ReplyDeleteaaah...elo, bisa aja. impian gue dulu emang very domestic. nah udah dikasih Tuhan, suami-anak, apalagi dong, jd gua harus terima kasih & berusaha jd ibu yg baik...ciee. be careful what you wish for.
elo masih kebanjiran gak? thanks ya kalo udah dicariin lagunya.