Wednesday, April 27, 2005

Rumah Ayah dan Mama

Image hosted by Photobucket.com

Ya Allah junjungan hamba,

Betapa sedihnya hati ini, melepas rumah tempatku tumbuh. Seperti kehilangan Mama dan Ayah untuk kedua kalinya.

Teras

Ada harum bau dan suara merdu Mama di dalamnya.

Ada disiplin dan aturan Ayah di tiap sudutnya.




Ruang Makan
Di situ tempatku merasakan kembali hadirnya mereka.

Separuh jiwaku telah mereka bawa pergi. Kini sebagian lagi hatiku harus hilang.



KamarKetika hidup serba tak pasti, rumah itu adalah satu yang pasti. Mengingatkan seluruh penghuninya akan hal-hal yang hakiki dan tak kan berubah. Bahwa waktu hanyalah sekelebatan cahaya.

Ya Allah Sang Penenang Jiwa,

lapangkan hati hamba malam ini. Karena air mata yang jatuh adalah karuniaMu jua. Jadikan ini awal dari sesuatu yang lebih baik. Lebih indah. Lebih berpahala.

Semua milikMu. Akan kembali padaMu.

------------------
[Ketika ku tak bisa berhenti menangis. Aku menangis kemarin. Dan malam ini lagi.]
...

9 comments:

  1. sedih sekali tulisannya, ikut jadi sedih bacanya. but if it doesn't kill you, it'll only make you come out stronger. tabah ya.

    ReplyDelete
  2. jadi trenyuh... this too shall pass kok mbak.. jangan lama2 sedihnya yah?



    btw,
    mbak, kalo mo serius ikutan gym club aja.. Fitness First lagi promo tuh yang di Plaza Semanggi..

    aku baru daftar weekend kemaren.. kayanya lumayan lengkap deh.. soalnya ada cycling studio, pilates, yoga, tae-bo, sauna, steam, salsa, balet senam, lengkap deh! dan lokasinya ada di 3 lantai: UG, 1st, 2nd, bukan lantai 3 di Plaza Semanggi..

    cobain aja.. lagi promo tuh. akhir daftar sabtu ini (30 april)
    bukanya baru 7mei..
    kalo udah 7mei iurannya bakal lebih mahal dari tawaran sekarang..
    kontak aja choki kalo mau tanya-tanya: 0818-995208 blg aja tau dari claudia.


    semoga bermanfaat,
    good luck..! :)

    ReplyDelete
  3. Clodi, makasih banget.. Iya gak lama-lama kok sedihnya. Just missing it very much.
    Bole juga tuh diliat gymnya. Thanks again yah :)

    ReplyDelete
  4. Ri, udah ya jangan sedih terus, ntar papa mama ikut sedih, yang penting kamu di sini udah bisa bikin bangga mereka kan, yuk bikin kue yuuk,... :*

    ReplyDelete
  5. Rin, I'm so sorry to hear this.. I can relate to your sadness.. Gue kan dulu beberapa kali nongkrong dirumah itu.. Diteras deket kandang ayam, dan online-online internet :) The memories live on, Riana.. good ones.. and that's what counts :)
    Be strong like you've always been.. okay? :)

    ReplyDelete
  6. Avin, thank you, your encouragement really means a lot. I know this shall pass.

    ReplyDelete
  7. bisa dirasakan apa yang dirasakan riana, since i have been to this situation before. berat ya :(

    Wass,
    SyL
    http://keluargacemara.net/emak

    ReplyDelete