Skip to main content

Latest Post

"Tamu Hotel": Kondusifnya Syi’ar Islam di Negeri Jiran

Sajadah untuk Siapa Saja Masuk lobby hotel dan mata saya tertuju pada tumpukan sajadah bersih yang tersedia untuk dipakai tamu hotel. Di lobby, bukan di kamar! Sebuah layar televisi plasma raksasa tidak mungkin terlewat siapapun yang melewati front desk. Dzikir pagi, dzikir petang, dan dzikir-dzikir penenang hati ditayangkan, terlantun tanpa berhenti. Non stop, siang malam tanpa jeda. Menyejuki hati saya dan memicu pertanyaan, “Hotel macam apa ini?!”

Jiffest: Muallaf



Tahun ini sukses 'kali saya nge-Jiffest!

Rangkaian "pelarian" alias curi-curi waktu buat ngabur ke Blitz Grand Indonesia di sela-sela super ketatnya deadline buku, ditutup dengan manis oleh film terakhir yang saya tonton: Muallaf, directed by Yasmin Ahmad.

Saya yang kurang piknik ini hanya bisa terkesima ketika film berakhir. Kemana aja sih saya, baru kali ini nonton filmnya Yasmin Ahmad?

Seperti biasa, sessi nonton disambung dengan sessi diskusi bersama pembuat filmnya sendiri. Hanya saja, yang hadir adalah adik dari Kak Yasmin, karena ternyata wanita hebat yang tidak sempat saya kenal ini baru meninggal dunia beberapa waktu lalu. Inna lillahi wa inna ilaihi roji'uun..

Sebuah film yang bagus. Dalam, kompleks, sekaligus sederhana dan cute, intense, and beautifully presented. I cried twice during the movie, simply because I connected easily with the problems, as I'm pretty sure many people did.

See you on the next film festival. Yea, you :)

Comments

Popular Posts