"Tamu Hotel": Kondusifnya Syi’ar Islam di Negeri Jiran
Sajadah untuk Siapa Saja Masuk lobby hotel dan mata saya tertuju pada tumpukan sajadah bersih yang tersedia untuk dipakai tamu hotel. Di lobby, bukan di kamar! Sebuah layar televisi plasma raksasa tidak mungkin terlewat siapapun yang melewati front desk. Dzikir pagi, dzikir petang, dan dzikir-dzikir penenang hati ditayangkan, terlantun tanpa berhenti. Non stop, siang malam tanpa jeda. Menyejuki hati saya dan memicu pertanyaan, “Hotel macam apa ini?!”
Jadi ini toh, hasilnya? Tutup dapur buat menikmati smuwa ini? Wuah.... asyiknya.
ReplyDeletedear mba ri, i love this quote "membuat Bali tak ubahnya janda sembab bermulut bising, dengan makeup norak dan renda kumuh"
ReplyDeletesejak tinggal di bali, area kuta dan sekitarnya adl area yg paling menyebalkan and its hard to say the answer setiap ditanya hubby... akhirnya ketemu jg jawaban yg melengkapi semuanya...tks anyway...
subhanallah...
ReplyDeletebaru tau kalo mba Riana pernah ke lombok.
a nice words to appreciated the land of lombok.
@ Windy & Anonymous: thank you. it is a beautiful island. i miss it so much. *rindu Gili*
ReplyDelete