Hari ini, saya akan bekerja di teras di mana langit biru langsung terlihat dan ricik air kolam menyejuki pikiran yang sudah pasti akan keriting kribo. Saya datang bersama si ganteng ransel hijau khaki. Kali ini kompartemen kamera bukan berisi si Rebel SXi dan 50mm/1.4nya, tapi speedo dan perlengkapannya. Maaf ya, NatGeo, kamu saya lencengkan dari takdirmu.

Ndoey sudah menuangkan adonan brownies ke dalam loyang ketika saya datang dan langsung masuk ke dapur Amel yang seluas aula kelurahan itu. Mak, dia jadi pakai peanut butter, dan... marshmallow!

Dalam pengasingan saya di gua batman saat ini, saya dikejutkan dengan curahan cinta dari teman-teman yang luar biasa baik hati. Dari mulai sms kangen, pesan di wall, inbox, email, ajakan mengerjakan ini dan itu dan kesediaan menunggu hingga waktu saya luang lagi, hingga kiriman makanan kontinyu karena saya memang sering tidak sempat makan. Saya merasa sangat dicintai, terimakasih saya tak akan pernah cukup. Biarkan saya berdoa, agar cinta yang sama mengguyuri balik mereka semua. Limpahkan ya Allah, cintaMu pada mereka, berkali lipat, ya Allah.


Senja Candi Boko.
Jokja, end of Jan 2011

Termasuk hari ini, ketika seorang teman yang sangat menyenangkan menarik saya keluar gua dan menyundul saya ke sebuah sudut nyaman di selatan Jakarta. Dia sungguh tau saya sangat suka bekerja di alam terbuka. Melihat awan dan pohon. Merasai tiupan angin dan bisik daun.

Jadi sekarang ini, saya sudah mencapruk di pinggir kolam, menikmati langit dan air dan riciknya, sesekali digoda wangi brownies dari oven di dapur yang terbuka, siap mengganyang bab 6 terjemahan setebal tiga batu bata.

Sore nanti ketika matahari sudah agak sedikit mendekati ramah, saya pikir jenius sekali ide melewatkan jeda waktu dengan berenang hingga American Idol dimulai. Lalu jika hari ini ditutup dengan nonton The Fighter sebelum pulang, tentu akan sempurna sudah. Meski lelah. Dan tanpa Earl Grey tea hangat yang mewah. Serba ah. Halah.

Allah, You're too kind.