...
Ditatapnya wajah sang pemilik perusahaan dengan tatapan setajam pedang, "Saya percaya bapak orang baik. Hanya saja bapak mudah tertipu oleh orang-orang jahat di sekitar bapak," ucapnya tegas nyaris berdesis, bercampur tangis dan wajah basah oleh air mata.

Wajah sang boss besar mendadak pias. Matanya seperti bertanya-tanya tak mengerti. Tak sanggup berkata apa-apa mendengar kalimat terakhir pegawainya tersebut.

Wajah pias itu tak pernah dilupakannya. Wajah kosong nyaris dungu, seolah-olah seketika meragukan semua penilaian yang dibuatnya sendiri.

Dengan dada masih sesak oleh emosi, dihempaskan tubuhnya ke jok taksi yang sudah menunggu dengan OB yang sibuk memasukkan barang-barangnya ke bagasi. Setelah menyebutkan tujuan, tangisnya pun pecah. Pak supir taksi yang baik hati bertanya ada apa. Jawabannya nyaris tak tertangkap telinga karena tangis dan amarah yang amat kental,"Saya difitnah pak..."

Hari itu, hari yang amat berat. Ia setengah tak percaya ada mahluk-mahluk bermuka amat manis namun berhati teramat busuk. Bahkan hingga sekarang pun ia masih terpukau ketika mengingatnya.

Namun Allah memang maha memberi pelajaran. Keesokan harinya ia terbangun pagi-pagi. Masya Allah. Semua rasa sakit hilang tak berbekas! Semua sedih, sakit karena fitnah, marah karena ketidakadilan, ternyata hilang pagi itu bagai terbasuh embun. Yang hadir malah rasa lega yang melapangkan, pasrah yang menenangkan, bahagia yang memaafkan.

Hidup pun dimulainya lagi dengan hati ringan dan gembira. Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimushsholihat. Pagi itu, dengan mudah ia memaafkan semua, tanpa usaha. Orang, peristiwa, segalanya. Dikenangnya setiap orang dan peristiwa bagai mengenang sebuah film komedi situasi yang baru ditonton. Hanya sebuah episode dalam rangkaian musim yang panjang untuk ukuran manusia. [Oh, ingin segera beli Tesaurus Bahasa Indonesia! Kosa kata saya miskin sekali!]

Berita itu datang dari seorang teman baik yang selalu dirinduinya, yang meninggalkan pesan singkat di YM, "Check this out ____ [alamat sebuah berita di JakNews]."
T____ _____ Direktur PT T______ dijatuhi hukuman 6 tahun penjara karena kasus korupsi dengan lembaga bla-bla-bla..
Hanya setahun berlalu sejak siang penuh emosi di lobby sebuah gedung perkantoran di kawasan Buncit itu. Hanya setahun. Tidak ada dendam, apalagi benci. Hanya sejimpit rasa kasihan. Teringat wajah pias nyaris dungu itu. Sorot mata yang bertanya-tanya, yang mendadak ragu akan semua keputusan yang dibuatnya.

"Ah, pak T. Saya masih percaya anda orang baik," lirihnya sambil menutup jendela browser.



...