Skip to main content

Genting Highland 2012 - Part Three

From Herbal Egg to Ferrero Rondnoir

Genting Highland 2012 - Part One
Genting Highland 2012 - Part Two

Hoaahheeemmmm... Jam 4 pagi saya bangun, di kamar mandi ketemu Cia lagi ngelepas soft lens, baru pada bubaran dari kamar 9016!!! Mwaaa... Belakangan baru ketahuan hasil malam itu adalah sebuah video nista semua orang ber-gangnam massal! *ngakak manjat pagoda*

Coffee Terrace


Pagi ini, pagi terakhir. Mandi dan packing sebelum sarapan, sisain ruang di travelling bag paling atas buat oleh-oleh. Breakfast di Coffee Terrace, hidangannya dari seluruh belahan dunia. Mulai dari Local Favorite, Chinese, Western, Western Asian, sampe Japanese! And you thought I would've grabbed sushi and sashimi for breakfast :) Gaaak, pagi ini rada waras dikit. Bertekad sarapan yang bener buat menggelontor segala yang sudah terjadi dua hari kemarin. While my friends were having another feast, I happily gnawed fresh fruit cuts and washed them down with fruit juice.



Breakfast @ Coffee Terrace 2


Breakfast @ Coffee Terrace 3

We were introduced to Ms. Kenix Tan, the Manager of National Marketing of Resorts World Genting, lalu saya bayar hutang ke Leila: bikin video ucapan selamat buat acara Blogger Nusantara 2012 di Makasar. Beuhh, tanggalnya kok pas banget saya ke Tulamben ya? Pedahal udah lama gak ikutan acara blogger Indonesia --> pencitraan. Yang sebenernya tuh karena Makasar kan makanannya enak-enaaaaak.. *cegluk*

Shopping Time!

Kelar sarapan, kami dibawa ke toko souvenir Genting Rewards Gallery buat belanja oleh-oleh. Tapiiii, belom bukaaaa.. , jadi kami browsing toko-toko di Indoor Theme Park. Rain nemuin cart yang jual gantungan kunci seharga, kalo gak salah, 16 RM isi enam. Saya seneng aja cuci mata di M&M's World dan toko-toko cokelat, berencana beli oleh-oleh cokelat di bandara LCCT biar gak repot nenteng-nenteng. Arie  --yang belakangan ketauan nama aslinya Arie Arya, mwahahaa.. kenapa sih Rie, bagus kok namanya :D--, udah bisa ditebak donk, dia masuknya ke... Body Shop! Sedaaap :)

Street Hawker Style Nibbles

As usual, saya browsing street food dan motret. Dari kemarin waktu explore outdoor theme park, hidung saya selalu diganggu bau harum kayu manis dan rempah-rempah yang sangat nikmat. Tapi tiap kali saya celingak-celinguk mencari asal aroma tersebut, gak pernah ketemu sumbernya. Saya cuma bisa nebak-nebak merana, apakah pancake? Churros? Cinnamon rolls?

Sampai akhirnya saya mencium lagi aroma nan menawan ini di indoor theme park. Kali ini gak boleh lewat. Saya susuri satu persatu jejeran street hawker food sambil mengikuti dari mana asal wangi tersebut dengan hidung saya, mirip beruang mengikuti bau madu :D. Dan sampailah saya ke stall... Herbal Egg!!! Aaaaah.. ternyata diaaa tooohhhh.. Saya udah pernah denger tentang Herbal Egg ini, kalo gak salah dari artikel  mengenai kuliner Cina. Sayangnya gak sempet nyicip karena perut masih penuh dan entah kenapa gak kepingin aja. Begitu nyampe Jakarta nyesel. Halaaaahhh... labil!

Jam sebelas saya balik ke Genting Rewards Gallery.  Di sana nemu kaos Genting bagus dan worth the price, beli beberapa souvenir untuk orang rumah dan rekan-rekan moderator NCC, terus balik ke kamar karena udah ditinggal temen-temen yang pada belom packing. Saya udah dooonk.. *juara kelas*

Saying Goodbye is Never an Easy Thing

Itu kata jeng Taylor Dayne *gak bisa ngumpetin umur*. Jam setengah satu kami check out, lalu makan siang di Bakery. Lunch was even wilder, karena kita semua ngebekel buat di jalan, mwahaaaa.. Semua yang enak-enak dibungkus. Dari sandwich sampe french macaroons :). Kata Ariy, "Kan lama nih, flight kita masih nanti malem." Biar kata flightnya dua jam lagi juga saya tetep ngebungkus, Riy :)

Beautiful Lunch @ Bakery

Veggie Sandwich for Lunch French Macaroons for Lunch?


Then it was really time to say goodbye. To Christine yang lucu --beneran lucu!--, setelah malam sebelumnya said goodbye to Tanent--, to the resorts world, to Genting Highland, a fun city above the clouds. Foto dulu di depan Maxims Hotel, lalu van membawa kami ke LCCT untuk catch flight sore.

Di LCCT kami belanja-belanja cokelat, Rara beli Milo Malaysia yang selalu populer keberbedaannya dengan Milo Indonesia, sementara saya nenteng Ferrero Rondnoir --sampe sekarang kok belum masuk Indonesia juga ya? --, Ferrero Kuschen, dan Nutella yang gede banget, 825 gram! Aaaaahhh, bawa tiduuuurrr...

Oom Bradley gak pulang sama kita karena blio extend. Belakangan tau lewat twitnya ternyata doi melipir ke Melaka. Kontan aja saya kemencer pengen nongkrong sore di Jonker Street.. *lirik Ariy*

Cupcake & French Macaroon to Take Home

Sampai di Jakarta dan beberapa hari berlalu setelah perjalanan kami ke Genting, isi twit teman-teman seperjalanan saya gak jauh-jauh berkisar di tagar #belummoveon. Mwahahaaa...

Sementara saya sama parahnya, masih mengenang dengan sepenuh rindu kabut Genting yang menyambangi kami saban sore, hembusan hawa sedingin es tiap kali melewati pintu keluar di lobby untuk makan malam, durian dan hidangan para raja, tuan rumah yang sabar dan menyenangkan, sejuta keriaan sekaligus ketenangan di ketinggian 1800 mdpl Gunung Ulu Kali. Sebuah perjalanan yang membuahkan persahabatan baru dengan teman-teman yang manis dan lucu :)

Tak tergantikan, tak bisa diulang.
Ya, kan Riy? :)

Lalu bait terakhir puisi yang saya temukan di balik sampul foto kami di wahana Cork Screw pun berdering lagi di remah otak saya yang paling lembut.
It is a place of smiles and happiness, a retreat
where magical moments are created and imprinted
upon your mind as lasting memories.

The Happy Dysfunctional Family


With you, guys, it is indeed.


Pejaten, medio November 2012



I usually put a section called "Not So Lonely Planet" at the end of my backpacking journey where I put all the information and technical data of the destination. Since this was not a backpacking trip, I didn't deal with all the hassles I actually love :). But, other than the official site of Resorts World Genting, I found a good site where you can gather all the data and plan your trip the way you want, either luxury or backpacker style. Hope this helps.
Resorts World Genting Official Site
Genting Travel Guide



Comments

  1. Hi Ri, its me nike as gegechan @twitter. Long time no see di NCC yah..tau2 nongol di TLku retwitan mas ariy hi3..pada seru bgt crtnya ke genting..mmm klo soal mknn n motret mah riana juaranya, ga heran lg..btw kyknya dulu blogmu bukan yg ini ya ri yg prnh kubaca..maklum dah lama ga blogwalking dah lupa..pokok sukses sll buatmu n NCC *hug*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eunikeeee... *pelukkk* Ini bukan long time no see lagi, too long! Blogku ini terus, Nike, cuma desainnya aja diganti-ganti dikit. Mungkin maksudme blog dapur ya? Blog dapur yang sekarang di http://pennylane-kitchen.blogspot.com
      Sukses selalu juga buat kamu.. Semoga suatu saat nanti kita ketemu yaaaa.. *peluk lagi*

      Delete
  2. Salam Riana
    I have been following your blog for sometime as being a Malaysian I've always like
    enjoy reading about Indonesia....a land that I admire for its culture, its natural beauty and its warm and friendly people.
    So it is quite surprise to read that you enjoy Genting Highlands.For many of us here in KL we find Genting to be a crowded and noisy place for a a break. I would suggest Cameron Highlands, Colmar and Frasers Hill for a nicer place to visit, more like Puncak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi there, anonymous :)
      Hahaa.. you voiced similar comments from many friends of mine :)
      But yeah, for me every journey is personal. you can't compare them, can't replace them. We were lucky to get an opportunity to visit Genting, treated like Kings and Queens. Good for a backpacker every now and then :)
      I will sure look to visit the places you mentioned. Also wanted to go back to Melaka. My last visit there was very short and I loved the place.
      Thank you for coming by my humble hut!

      Delete
  3. Hi Riana
    Ya Melaka is better , do try to stay at one of the hotels converted from pre war
    shophouses. My fav is the Puri hotel. But it also can get a little congested over the weekend and public hols as its ts popular for KL folks. Do try the grilled fish (Portugeses and Malay), asam pedas and the nyoya food, the cendol and the jam tart.
    Oh by the way I tried baking your whole meal bread. Turns out good. TQ for the recipe.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Taman Nasional Ujung Kulon: Surga Di Ujung Barat Pulau Jawa

Scroll down to go directly to technical data: "Not So Lonely Planet" section.
Di belakang antrian 9 set foto dan 16 catatan perjalanan yang entah kapan bisa lunas, dengan ngos-ngosan namun pantang menyerah, saya mulai cicil hutang ini sebelum maut menjemput. Biangnya adalah hilangnya smart phone saya yang menyimpan catatan-catatan perjalanan Wakatobi, Ternate, Raja Ampat, Banda Neira, Ambon (day to day!) dan Baduy Dalam. Usaha mengerahkan teman-teman saya untuk meng-sms nomor saya tersebut meminta agar file-file tersebut diemailkan ke saya tidak membuahkan hasil. Akhirnya saya harus mengikhlaskan dan memblokir nomor itu lalu mengurus kartu baru.

Sejak itu, hutang yang memang sudah menumpuk menjadi semakin menggila. Saya berhenti mencatat. Baik secara harfiah maupun dalam kepala. Setiap kali backpacking, semuanya saya biarkan lewat tanpa berusaha menangkap kata-kata. Saya resapi segalanya, namun enggan menerjemahkannya ke dalam diksi. Rasanya malas sudah menyusun bunga rampai…

Kembali Ke Titik Nol

Song"Sajadah Panjang" - Bimbo

"..pertanyaannya adalah, di manakah kita? Ada di mana kita dalam bangunan perjuangan menegakkan keadilan di bumi Allah? Apakah jadi tiangnya? Sekrupnya? Atau sekedar serpih debunya? Bahkan menjadi debunya masih jauh lebih baik ketimbang hanya diam dan menonton.." (Tantular Wirta Sancaya, my dear brother)
...Dalam linangan
air mata
saya menyadari
satuhal... Belasan tahun lalu, kakak saya nomor empat mengatakan ini, ketika gerakan reformasi baru mulai menggeliat. Kalimat ini terngiang kembali di telinga saya, tak berhenti, dalam dua bulan terakhir, ketika saya berjuang menyelesaikan terjemahan sebuah dokumen politik setebal 601 halaman.

Selama ini, saya selalu beranggapan bahwa dalam berjuang di jalan Allah, berjihad, setiap manusia memiliki jalannya masing-masing. Memiliki monumen pahalanya masing-masing. Dan itu tidak mesti bersinggungan langsung dengan label agama. Ketika kita mendedikasikan hidup untuk menyusuri sajadah panjang membentan…

What Happened To The Universe?? - Ketika Semut Tak Lagi Doyan Kemut

Sebetulnya saya sangat sayaaaaang pada mahluk koloni yang rajin ini. Pekerja yang tangguh, giat dan ulet. Selama ini saya merasa mereka adalah sahabat-sahabat saya di dapur dan di mana-mana. Tiap kali mereka mengerumuni makanan di atas meja, saya cuma tersenyum maklum, lalu memindahkan makanan ke tempat yang aman dari jangkauan mereka. "Semut juga perlu makan." Ehm, bijak.

Merekaada di sekitar saya untuk mengingatkan supaya senantiasa memelihara kualitas ketangguhan dan kerajinan seperti mereka. "Piknik tanpa semut, bagaikan ke pasar tanpa beli duren." *eh*

Tapi, tapiiiiiiiii... akhir-akhir ini mereka semakin nakal dan banyak akal. Air putih pun mereka kerumuni. Wadah kedap udara berhasil mereka tembus. Tutup botol diterabas. Plastik digeripisi. Hey, hey, lantas apa arti persahabatan kita selama ini? Apa???

Tahukah kamu, semut-semutku sayang, sudah bertahun-tahun para penjual racun semut itu saya cuekin karena sungguh saya gak mau melukai kamu? Sekarang, inikah balasa…