Sebab aku sudah sangat membutuhkanmu
seperti udara dan napasku, karenanya
sebelum tahun ini berganti, baby
sebaiknya kita sudah ijab kabul!
Ini semua gara-gara kakak saya. Singkatnya, saya sangat kehilangan Powershot A95 yang setia menemani saya dalam suka dan suka semata itu. Lalu di suatu siang yang dingin karena ruangan berAC, saya bertemu dia dan menyentuhnya. Dan bercakap-cakap dengannya cukup lama. Dan sisanya adalah sejarah: saya jatuh cinta. Pada S90! *loh?*
Belum sampai berjodoh dengan S90, adiknya muncul, dan dengan segera saya turun ranjang. Ketika hati sudah memilih, pertanyaan "mengapa" menjadi tidak relevan lagi bukan? Satu hal yang saya tahu pasti: ring controlnya membuat saya serasa punya banyak lensa, dari 28mm sampai 105mm. Apa lagi yang bisa saya harapkan dari sebuah kamera pocket selangsing ini? Senjata otomatis a la James Bond? Semburan api Bat Mobile? Tidak, tidak. Cukup ring control itu saja.
A95. S95. I smell destiny.
...


