.: Song: "June Afternoon" - Roxette :.
Sudah dua hari ini Jakarta diguyur hujan. Terutama Jakarta Selatan, tepatnya Pejaten dan Serpong. Seperti sore ini. Gak terlalu deras, sesudahnya malah rintik-rintik yang lama. Udara adem, angin semilir. Si mbak baru bangun dari beauty sleepnya sehabis menyetrika segunung pakaian. Sekitar jam 3 sore tadi Anya masih pulas tidur siang. Ibunya keluar dari kamar ketika saya tengah bersiap-siap mau ke Giant. Dia nodong cerita yang lama tertunda, tentang seorang sahabat keluarga kami yang baru ada kabarnya setelah lama sekali tak ada berita. "Nanti ajalah pulang dari Giant, gue gak lama kok. Sebab ceritanya panjang." Beliau gak sabar sebetulnya, tapi terpaksa harus bersabar menunggu adiknya pulang.
Menuju Giant, jalanan masih basah, kaca jendela depan penuh rintikan air yang seketika terhapus bersih wiper mobil. Hujan sudah berhenti. Warna langit putih patah (broken white?).
Sore seperti ini, parkiran masih longgar. Bau tanah dan daun sekejap meruap memenuhi hidung lalu masuk ke rongga paru-paru. Sengaja ambil lot yang gak terlalu dekat dengan pintu masuk, supaya jalannya agak panjang. Jalan kaki itu menyenangkan, memacu imajinasi dan daya kreasi, bikin suasana hati jadi romantis. Halah.
Di Giant, pernak-pernik makan lagi lucu-lucu dan murah-murah. Naksir ramekin aneka ukuran, kalo gak inget udah gak ada tempat lagi buat nyimpennya di rumah, udah kalap pasti diborong. Tapi runtuh juga pertahanan begitu melihat mangkuk kaca mungil warna-warni, bentuknya bunga dan kurva abstrak yang keIKEA-IKEAan. Masuklah beberapa dari mereka ke dalam keranjang. Pretextnya, buat properti motret dan ngajar. Empat ribu sembilan ratus dan tujuh ribu sembilan ratus. Halah, malu amat produsen mau ngebandrol lima ribu dan delapan ribu. Tinimbang kembali cepek.
Kasir laki-laki agak banyak sore ini. Lumayan, kerja mereka cekatan juga. Mungkin dilatih habis-habisan. Sebab kasir laki-laki biasanya lambat dan gak efisien kerjanya. Gak kayak perempuan yang ultimate multitasker :D
Keluar dari supermarket, hanya menenteng satu kantong kresek yang isinya didominasi buah semata. Golden melon, mangga harum manis yang lagi di puncak musim sehingga murah sekali dan manis-manis sekali, jeruk sunkist guede-guede dua biji saja karena mahil, jeruk lemon lokal sekantong kecil.
Di teras supermarket, berhenti sejenak saya, sekedar meresapi sore di bulan September yang mulai disinggahi hujan. Orang-orang lalu lalang. Ada yang buru-buru, entah apa yang diburu, ada yang santai menikmati waktu. Penjaga counter snack menunggui dagangannya. Tukang majalah hanya kelihatan kepalanya, menunduk, mungkin sedang membaca majalahnya sendiri. Seorang pegawai Giant memberesi troli-troli yang ditinggalkan kustomer di lapangan parkir.
Andaikata boleh ada lagu di latar belakang, saya ingin
June Afternoon-nya Roxette.
It's a bright June Afternoon, it never gets dark..
..'cause life's so very simple, just like la-la-la..
Walaupun sekarang bukan bulan Juni. Walaupun maghrib nanti akan gelap juga. Dan hidup seringkali tidak sesederhana la-la-la. Namun ingin saya nikmati sore yang nyaman ini. Ketika hidup terasa sederhana, berjalan, berdegup, diriapi gerimis halus, di bawah langit berwarna putih patah.
There's a painter painting his masterpiece
There's some squirrels jumping in the trees
There's a wide-eyed boy with a red balloon
All my life I've longed for this afternoon..
Serpong, 26 September 2008
..sore menjelang buka puasa