Monday, September 29, 2008

Today's Junks

I Never Knew!!
  • Whose Line Is It Anyway is on Star World starting 11 October! I feel like celebrating!
    "The show where everything was made up and the points don't matter"
  • Bought 2 peaches today. So expensive 'coz they're not from here. Just the things I do out of curiosity and passion for beauty. The fruits were so pretty. The skin was pinkish and velvety.. Just gorgeous.
  • My sister got the picture of our late parents reproduced, printed and framed for all seven of us.

  • The cigarette kiosk in the front yard has been closed for two days. I don't think it'll be open soon. Not until Idul Fitri is over, for sure.

  • The shops around Koperasi keeps multiplying. A new Circle K just opened. With the apartments and townhouses being built around the area, it could be the new Kemang.

  • Haven't got a chance to visit Komunitas Salihara. A plan to watch 2 movies there with a good friend got bumped by the infamous unmanageable time and work. Next time better. Besides, I'm not really into this KUK society. No click, no chemistry, no nothing. *Sorry, honey. I know it is one of your happy places. But it might only be yours only. I still love you, though. Do you?*

  • I just realized there is no carwash service within 1 km from my house. I guess I have to drive down to Mampang area or Antasari to find one. Ough, I might wait until after lebaran and have the car washed by the carwashing robot in Serpong. I love carwashing robot.

  • Last day of Ramadhan. I'm sad. I love Ramadhan *the month, for God's sake*.
  • Missing mama & ayah so bad..

My Realm, I'm Back



Yeah, baby.

This old thing has been screaming, for too long, for me to finally lay my hand on it. She must fulfill her destiny. To be experienced to the utmost.

April Ryan, I've come to save you.

Idul Fitri is on the tip of my nose. I still have to catch up my work until Monday, then head off to the kitchen to finally bake some cookies. Haven't done this and that, I couldn't care less now. As long as I can go Ied-praying on Lebaran day, I'm happy. I'm not crazy about ketupat and all lebaran fiasco. All I need is some recreational baking to blow up some steam. **Along with a nice facial treatment at Humairah, that is**

Just like all of you, I'll be away from the net for a couple of days to celebrate Idul Fitri with the big family. Probably will start working already on the second day, though. The deadline is mid-October, my independence day. Since I have to fight 5 little monsters for the wireless modem only to get online, I figured it's just not possible. **I mean, I'm just one tiny person, and there are 5 of them?**
So I'll just see you when I see you.

Eid Mubarak.
Forgive me for everything. Anything.
The fault is mine and mine alone.
May Allah purify our souls, our spirits, our beings.
Amin. Ya Rabbal Alamin.

Saturday, September 27, 2008

Langit Berwarna Putih Patah


.: Song: "June Afternoon" - Roxette :.

Sudah dua hari ini Jakarta diguyur hujan. Terutama Jakarta Selatan, tepatnya Pejaten dan Serpong. Seperti sore ini. Gak terlalu deras, sesudahnya malah rintik-rintik yang lama. Udara adem, angin semilir. Si mbak baru bangun dari beauty sleepnya sehabis menyetrika segunung pakaian. Sekitar jam 3 sore tadi Anya masih pulas tidur siang. Ibunya keluar dari kamar ketika saya tengah bersiap-siap mau ke Giant. Dia nodong cerita yang lama tertunda, tentang seorang sahabat keluarga kami yang baru ada kabarnya setelah lama sekali tak ada berita. "Nanti ajalah pulang dari Giant, gue gak lama kok. Sebab ceritanya panjang." Beliau gak sabar sebetulnya, tapi terpaksa harus bersabar menunggu adiknya pulang.

Menuju Giant, jalanan masih basah, kaca jendela depan penuh rintikan air yang seketika terhapus bersih wiper mobil. Hujan sudah berhenti. Warna langit putih patah (broken white?).

Sore seperti ini, parkiran masih longgar. Bau tanah dan daun sekejap meruap memenuhi hidung lalu masuk ke rongga paru-paru. Sengaja ambil lot yang gak terlalu dekat dengan pintu masuk, supaya jalannya agak panjang. Jalan kaki itu menyenangkan, memacu imajinasi dan daya kreasi, bikin suasana hati jadi romantis. Halah.

Di Giant, pernak-pernik makan lagi lucu-lucu dan murah-murah. Naksir ramekin aneka ukuran, kalo gak inget udah gak ada tempat lagi buat nyimpennya di rumah, udah kalap pasti diborong. Tapi runtuh juga pertahanan begitu melihat mangkuk kaca mungil warna-warni, bentuknya bunga dan kurva abstrak yang keIKEA-IKEAan. Masuklah beberapa dari mereka ke dalam keranjang. Pretextnya, buat properti motret dan ngajar. Empat ribu sembilan ratus dan tujuh ribu sembilan ratus. Halah, malu amat produsen mau ngebandrol lima ribu dan delapan ribu. Tinimbang kembali cepek.

Kasir laki-laki agak banyak sore ini. Lumayan, kerja mereka cekatan juga. Mungkin dilatih habis-habisan. Sebab kasir laki-laki biasanya lambat dan gak efisien kerjanya. Gak kayak perempuan yang ultimate multitasker :D

Keluar dari supermarket, hanya menenteng satu kantong kresek yang isinya didominasi buah semata. Golden melon, mangga harum manis yang lagi di puncak musim sehingga murah sekali dan manis-manis sekali, jeruk sunkist guede-guede dua biji saja karena mahil, jeruk lemon lokal sekantong kecil.

Di teras supermarket, berhenti sejenak saya, sekedar meresapi sore di bulan September yang mulai disinggahi hujan. Orang-orang lalu lalang. Ada yang buru-buru, entah apa yang diburu, ada yang santai menikmati waktu. Penjaga counter snack menunggui dagangannya. Tukang majalah hanya kelihatan kepalanya, menunduk, mungkin sedang membaca majalahnya sendiri. Seorang pegawai Giant memberesi troli-troli yang ditinggalkan kustomer di lapangan parkir.

Andaikata boleh ada lagu di latar belakang, saya ingin June Afternoon-nya Roxette.

It's a bright June Afternoon, it never gets dark..
..'cause life's so very simple, just like la-la-la..

Walaupun sekarang bukan bulan Juni. Walaupun maghrib nanti akan gelap juga. Dan hidup seringkali tidak sesederhana la-la-la. Namun ingin saya nikmati sore yang nyaman ini. Ketika hidup terasa sederhana, berjalan, berdegup, diriapi gerimis halus, di bawah langit berwarna putih patah.

There's a painter painting his masterpiece
There's some squirrels jumping in the trees
There's a wide-eyed boy with a red balloon
All my life I've longed for this afternoon..

Serpong, 26 September 2008
..sore menjelang buka puasa

Wednesday, September 24, 2008

Apa Kabar Ibu Pejabat?

Terate
Teratai di rumah Ruri (almh)

Kemarin gak sengaja nemu link ke temen-temen SMA via facebook. SMA adalah masa yang kurang membahagiakan buat saya *hekhekhek...*, jadi jarang sekali saya mencari-cari teman-teman SMA, kecuali satu-dua sahabat yang memang tidak pernah putus kontak sejak dulu *sebenarnya cuma satu, bukan satu-dua*. Ceritanya gak menarik kenapa masa SMA kurang bahagia. Lagipula saya sudah healed kok. Atau belum ya? Ok, jadi pe-er untuk nulis tentang itu, sebagai upaya therapy penyembuhan berikutnya, sebagaimana saya sembuh dari ini dan ini. Juga ini dan ini. Dan mungkin banyak lagi lainnya.

Lalu, saya add beberapa dari mereka. Rata-rata anak-anak gank borju. Hehehe. Cuma ingin tahu kabar mereka sekarang. Hey, ternyata ada satu teman baik saya, Yasmin, sungguhan baik yang ini sih. Dulu kita sekelas dan akrab bertiga. Saya, Yasmin dan Indi. Ah, saya masih simpan foto kita waktu camping di acara camping tahunan sekolah. Tadi pagi, request saya diapprove lalu kita ngobrol sebentar di facebook.

Jasmine: riiii....

Riana: hoooooi / ya ampuuuun / muah muah muah

Jasmine: apa kabar jeng?..lama nggak ketemuan taunya dah berjilbab.. / Alhamduliillah...

Riana: hehhehe.. maklum dosa makin banyak

Jasmine: kapan y giliran gw?...

Riana: sekarang aja pake serbet / kan jadi oshin tuh **soalnya si Yasmin pasang status di FB "lagi jadi oshin"**

Jasmine: tell mi ol about u dong / status, almt, kerja?

Riana: haduh jangan sekarang dong jeng, kita ketemuan aja kapan gitu ye / soale lagi diburu kerjaan neh

Jasmine: yo weiss...kembali ke lap top!

Riana: status kawin, belom beranak / alamat, pejaten, pasar minggu

Jasmine: haa? pejaten? / gw di siaga...!

Riana: halaaaaaaaaaaaah / kerja jadi ibu rumah tangga, nyambi nerjemahin dokumen orang, ngajar masak dan bikin kue

Jasmine: seriiusss?

Riana: ya udah ketemuan di ayam bakar mas mono / hihihi

Jasmine: ngaco...jemput aja elo ke rmh gw! / lg puasa nggak?

Riana: gak / hihihi / elo?

Jasmine: kbtln juga nggak

Riana: nahlo, hahahaa gawat neh

Jasmine: yo weiss...buruan ke rmh gw y, dah laper nih

Riana: hihihi giling luh

Jasmine: gw di siaga residence, siaga raya no 5** / 7988***

Riana: dilewatin angkot merah gak?

Jasmine: lewat dong.. 05

Riana: ok deh, gampil deh kalo gitu, nanti suatu hari gue akan sms elo bahwa gue udah di depan pager rumah

Jasmine: cchh,,,, / kl ibu pejabat mah harus janjian dulu y at least seminggu sebelumnya..

Aaah, senang sekali ketemu Yasmin pagi ini. Kalo liat dari foto-fotonya, masih saja cantik dan imut layaknya dulu. Ok deh say, besok-besok ik bikin janji dulu deh seminggu sebelumnya yak.. Kudu sasak tinggi gak?

Thursday, September 18, 2008

Selamat Bekerja - Sebuah Postingan Tidak Penting Mengenai Orkut

Teratai
Teratai di Cimahi *lagi-lagi Cimahi*

Marilah mengawali pagi ini dengan sebuah posting maha tidak penting. Sebelum kembali saya tenggelam dalam perpindahan kata-kata bahasa Indonesia ke English.

Tadi pagi di inbox saya masuklah sebuah email dari seseorang, yang melihat profil saya di Orkut. Huah, hampir lupa kalo saya punya account di Orkut. Hm, semua gmail user pastilah punya account Orkut. Saya lupa bahwa saya suka sekali dengan Orkut. Satu-satunya social network yang penampilannya paling beradab menurut saya. Paling cantik, rapih, cute. Gak berantakan dan bikin pusing kepala. Warnanya baby blue, I have loved it from the very beginning. Ketahuan bahwa yang bikin dan ngedesign pastilah ber-IQ 3 digit dan gak mungkin ngefans sama Britney Spears. Dulu, waktu social network lainnya masih pada sederhana, Orkut sudah punya feature scrapbook yang saya suka sekali, karena berarti saya bisa corat-coret jurnal di situ. Cool.



Nah, jadi pagi ini, setelah baca email itu, saya buru-buru buka Orkut. Sudah ada aplikasi-aplikasi yang bisa ditambahin di situ. I'm not crazy about applications, but it's nice kalo bisa tarok jurnal di situ. Belom bisa linking ke blogger.com, but lumayan I just installed Quickie Blog for my blurted thoughts. Kayaknya mas-mas Google juga pada belom punya waktu develop project ini lebih lanjut, karena masih versi Beta juga dari dulu.

Akan tetapi however walaupun demikian, saya tetap prefer Orkut daripada social network lainnya yang designnya melukai mata, atau over dosis dengan aplikasi-aplikasi kecil yang malah jadi perintilan gak penting dan bikin pening dan akhirnya yang bisa sungguh-sungguh menikmatinya mungkin hanyalah orang yang punya waktu sepanjang hari, in which biasanya orang seperti itu gak punya akses ke internet sebab either dia gelandangan atau pensiunan yang justru lari jauh-jauh dari komputer.

Gak penting kan? Memang.
Selamat bekerja untuk saya.

Tuesday, September 16, 2008

Serupa Denganmu?



Di mana kan ku cari ganti, serupa dengan mu
Tak sanggup kuderita, dan berhati patah
'ku gelisah

Alangkah pedih rasa hati, selama kau pergi
Tinggal ku sendirian, tiada berteman
dalam kesunyian

Dunia terang menjadi gelita, cahaya indah tiada berguna
Keluhan hatiku membawa derita, kini kau jua tak kunjung jelma

Di mana kan ku cari ganti, mungkinkah di syurga
Untuk kawan berduka, menangis bersama
Selama-lamanya

Written by P. Ramlee

Bener kan? Tau-tau udah hari ke-16 puasa? Udah setengah bulan! Tau-tau nanti lebaran, lalu lewatlah semua. Hm, andai bulan puasa ada 6 bulan dalam setahun.

Kemarin seharian di Matraman, sesi foto untuk buku lagi. Kali ini, orang-orangnya juga ikutan difoto. Ih, dasarnya gak ada yang hobi difoto, yang cakep cuma Eka sendirian. Tapi akhirnya setelah bersusah payah pegel nahan gaya, cengiran yang bikin gigi kering, dapet juga satu shot rame-rame yang rada 'bener'. Lah, saya malah seneng shot-shot gak sengaja yang konyol-konyol dan 'asli'. Maunya sih foto saya yang dipake buat profil nanti yang lagi nunduk ngebersihin whisk, hihihi. Artistik, mukanya gak keliatan. Karena ketika mukanya keliatan, mendadak gak artistik lagi! Art-nya ilang!

Shot yang rame-rame juga sama. Yang artistik justru yang lagi pada tereak gak keruan. Giginya pada keliatan semua over dosis, muka menggerenyit tak terkendali, mata pada ilang kesipitan dalam keadaan setengah trance karena teriakan yang membebaskan tekanan dan banyak zat tak berguna lainnya. Bisa panjang ceritanya hanya dari sebuah foto muka-muka penuh gerenyit. Mas Gandhi, jangan lupa shot-shot pesenan saya, di-email yah.

Materi profil penyusun juga diganti dari versi lama yang karangan editor. Mudah-mudahan gak banyak kena cut. *mbak Nining editor, jangan marah ya mbak :D *

Nulis profil temen-temen saya sih gampang. Cerita si anu ciri khasnya begini, si itu hobinya ini. Gampil. Tinggal ngeliatin muka mereka, inget-inget lucu-lucunya selama kita temenan sama-sama. Ketik sebentar, satu paragraf pendek, selesai. Halah, giliran nulis profil diri sendiri, setengah jam masih mulus tuh layar. Akhirnya, "Ah, elo sih pada di sini ngerubungin! Gak bisa nulis nih gue. Pergi, pergi...!" Lima belas menit kemudian, putih bersih melompong kosong tetep. "Hm, nanti aja bikinnya di rumah." Yaelah, dari tadi aja.

Di rumah, kelar mandi, isya', dan lain-lain-yang-harus-dijalani-sebelum-tidur-kalo-gak-gak-bisa-tidur, duduk manis dengan si Versa di pangkuan. "Ver, ayo dong Ver, ngetik dikiiit lagi, ok?" Sepuluh menit kemudian, jadi juga. Sebuah paragraf super pendek, yang intinya nyuruh orang dateng ke blog dapur saya. Huahahaha.... Ma'aaaaaap, tetep gak bisa!

Betapa sedihnya tak ada kamu. Karena jelas tak ada gantimu.

...mungkinkah di syurga

untuk kawan berduka, menangis bersama

selama-lamanya


Photo by
Willi Heidelbach

Friday, September 12, 2008

Teo Torriatte


When I'm gone
no need to wonder if I ever think of you
The same moon shines, the same wind blows
for both of us and time is but a paper moon
Be not gone

Though I'm gone
it's just as though I hold the flower that touches you

A new life grows, the blossom knows
there's no one else could warm my heart as much as you
Be not gone

Let us cling together as the years go by
Oh, my love, my love
In the quiet of the night let our candle always burn
Let us never lose the lessons we have learned

Teo torriatte konomama iko, aisuruhito yo
Shizukana yoi ni hikario tomoshi
Itoshiki oshieo idaki

Hear my song,
still think of me the way you've come to think of me

The nights grow long, but dreams live on
Just close your pretty eyes and you can be with me
Dream on

Teo torriatte konomama iko, aisuruhito yo
Shizukana yoi ni hikario tomoshi
Itoshiki oshieo idaki

When I'm gone!
They'll say we're all fools and we don't understand
Oh be strong!
Don't turn your heart, we're all, you're all,
we're all for all, for always

Let us cling together as the years go by
Oh my love my love
In the quiet of the night let our candle always burn
Let us never lose the lessons we have learned

"Teo Torriatte"
written by Brian May


I
don't know what suddenly struck me this afternoon when this song flashed across my head, ringin' thru' my ears like a nightingale singin' its glorious repertoire. On and on. All I know was that I stopped working right away, found myself browsing YouTube like crazy, and soon let myself melting away with the song, the lyric..

I remember when my choir sang this. Bang Bonar, as usual, had arranged an awesome composition for us, and we performed like we never performed before. It was the rehersal sessions that get me into remembering those good old times. How we're all disappearing into the song, became the instruments that reflected all the spirit, the ghostly vibration that affected even a tiny habitant in this ancient universe.

I know this song was written by Brian May. But, gosh, Freddie. You're one in a billion. And only in a billion years God will ever create another one like you. Subhanallah.

Thursday, September 11, 2008

There are pretty cakes on my desktop

kertas dinding hari ini

  • Finally went pro on flickr. Ah, worth it as hell. Sweet as sugar.

  • The gorgeous chick is now being replaced by an even more gorgeous babe (it's crystal white, thank you). Hello, mama.

  • Still trying to steal time to go back to the pure-adventure game world again. How I miss my realm.

  • Too busy. Can't live like this. Gotta stop. Need vacation so bad. Can't wait until this last job is finished, then I'll take a whole month for myself. Free from anything, anyone.

  • Lagi banting tulang *jangan tanya bakal apa*

Wallpaper by
WallpaperPimper.com

Monday, September 01, 2008

Hujan dan Ampunan

Sudah dua hari ini hujan selalu turun. Tadi sore, rebasnya merinai kaca mobil dalam perjalanan ke Serpong. Langit terang, udara sejuk, adem. Biasanya, hujan ikut mengademi hati saya. Mencurahinya dengan guyuran rasa yang mendayu-dayu seperti puisi tentang permaisuri. Tapi sore tadi, hujan malah membuat hati saya teriris-iris. Entah kenapa.

Mungkin karena besok sudah 1 Ramadhan dan saya justru merasa mundur seribu langkah ke belakang. Betapa sombongnya saya. Selama ini menepuk dada merasa sudah jadi manusia, tepatnya perempuan, yang lebih baik. Merasa terus bertumbuh tak henti, lalu puas akan perjuangan yang tak ada apa-apanya. Sekarang, kencongkakan hati saya mendapat ganjarannya.

Saya merasa berada tujuh lapis di bawah kotoran tanah. Menjadi perempuan paling rendah dan hina di hadapan Allah. Percuma Ramadhan demi Ramadhan kemarin. Percuma rasanya.

Ramadhan ini saya hanya mengharap satu hal saja. Saya ingin menjadi saya beberapa tahun yang lalu. Tidak perlu saya yang satu-dua tahun kemarin, bahagia akan karunia yang memang saya cari hingga lantak kulit dan belulang. Cukuplah saya kembali menjadi saya yang di titik nol. Yang dengan polos berjalan lurus berpegangan pada tali petunjukNya. Tak perlulah pakai bertumbuh segala. Jalan di tempat sudah cukup. Asal jangan mundur seribu juta langkah seperti ini.

Kini, hendak memintapun sudah malu rasanya. Walau akhirnya menadah jua tangan memohon dengan putus asa. Apakah masih saya didengar? Masihkah saya ditunjukkan? Bagaimana bisa, saya yang beberapa tahun terakhir ini seperti berlari maju menyongsong cahaya, tiba-tiba mundur secepat kelebat bintang yang terhisap lubang hitam? Lenyap dalam senyap! Bagaimana bisa, saya yang merasa telah memanjat cukup tinggi untuk dapat melihat semua potongan berpadu dalam satu gambar besar, sontak merosot menggelosor tanah hingga tertimbun kotoran puluhan kaki di bawahnya? Gelap merecat! Jangankan gambar besar, jati diri saya sendiripun hilang tak kelihatan.

Allah, ampunanmu, hanya itu.

Taksi Express, Jakarta Outer Ring Road, Serpong-Jakarta
Ahad, 31 agustus 2008, 21:40 WIB

Photo by Yarik Mission
Related Posts with Thumbnails