Song: Ingatlah Diriku - Chandra feat. Sheila Majid


"Orang bilang, parting is such a sweet sorrow. But a sailor never says goodbye. Saya memang bukan pelaut, tapi saya pun tidak akan mengucapkan selamat berpisah. Saya akan bilang, sampai ketemu lagi. Sampai ketemu lagi di waktu yang lain, kesempatan yang lain. Until then, I remain truly yours. Riana pamit, terimakasih sudah menerima saya dalam ruang dengar anda setiap kali. I love you, I really do. Bubye."
Malam itu, saya menutup siaran terakhir di Bahana. Ah. Ada kesedihan yang manis memang. Ketika pamitan dengan teman-teman, yang melepas saya dalam sedih dan rindu. Saya pun haru dan rindu sudah.

Sebuah CD diberikan Rully untuk saya. Sebuah lagu di dalamnya diperdengarkan ke saya dalam perjalanan pulang. "Ini lagu kita nih, Ri.."
Ingatlah diriku yang pernah ada di sampingmu
ada di waktumu, ada di hatimu
Kuingat dirimu yang pernah hadir di sampingku
temani waktuku, temani hatiku..
"Inget tuh ya, gue pernah ada di samping loe!"

Ah, Rully. Jelaslah saya selalu ingat kamu. Bukankah tidak banyak orang yang bisa bekerja dan bermain bersama dalam kerianggembiraan seperti kita? Kita terdiam menikmati lagu itu, sambil menekuri jalan di malam hari menjelang pintu tol. Lalu ada lagu-lagu yang kita suka di radio. Kebebasan Singiku, Khayalan Halmahera. Kenapa bisa pas berturut-turut seperti itu?

Mobil membelah malam, namun tidak dalam diam. Lagu demi lagu terus menjadi soundtrack perjalanan pulang, meningkahi obrolan ini dan itu; tentang mantan-mantan pacar, radio Motion yang sekarang terdengar lebih asik disimak ketimbang Gen FM, dan gerutu tak sabar ketika CD itu kebanyakan berisi lagu-lagu mellow pengantar bunuh diri.

Partner saya di acara Pelangi itu turun tidak lama setelah kami keluar dari exit Serpong BSD City. Wajahnya begitu upset when we said our goodbyes.

"Gue sebenernya marah sama elo, tau gak!"

Gue tau, Rul! Gue tau banget. Tapi memang planet-planet belum merapatkan diri dalam satu garis lurus. Belum jodoh dalam segala hal. Tapi elo tau, inside, gue tetaplah seorang penyiar, selamanya!

Pintu ruangan divisi Program, oom Joe ngintip