Thursday, June 09, 2011

Les Classiques, 1 Mei 2011


Ulang tahun saya bulan lalu sungguh hari ulang tahun yang amat sangat kelewat unik sepanjang hidup. Hari itu saya habiskan dengan.. menulis cerita pendek bersama Kef! *pingsan sebentar*

Kurang lebih sebulan sebelumnya, di suatu malam tanpa bintang, SMS dari Kef saya terima. Itu aja udah bikin saya deg-degan luar biasa. Waktu itu project terjemahan belum lagi kelar. Bayangan duet menulis dengan Kef terasa seperti too good to be true!

Saya "he-eh" dulu aja, sembari gak yakin plus setengah bengong. Terus ketakutan sendiri. Kesempatan ini mengerikan, namun saya tak mau ia lepas dari genggaman. Menulis cerita pendek secara tandem, tanpa ada konsep maupun rancangan apapun yang dibawa dari rumah. Harus segar tercipta saat itu juga. Dan harus pula selesai hari itu juga! Exciting, heh? Ya-ha! Sekaligus, ngeriiiiii...

Maka ketika terjemahan selesai dan Kef menagih janji, saya hanya bisa gemetar antara excited dan jeri setengah mati. Aaah, bagaimana mensejajari seorang Kef? Pasti setengah huruf pun gak akan keluar! Hadeeeeh..

Pilah-pilih tempat, salah satu gua batman paling cihuy: kafe bergaya Eropa kuno yang buka mulai 6.30 pagi hingga jam 2.00 pagi (setiap hari!). Les Classiques. Belum-belum saya udah berasa psychedelic duluan, hihihi..

Pagi-pagi sekali saya turun dari bajay *haha, ngerusak setting*, tepat di depan kafe. Matahari pagi putih seperti seprai habis dicuci, dengan susah payah berusaha menembus mendung tipis yang menggantung tanggung. Saya lihat Kef baru memarkir mobilnya di halaman.

Membuka hari dengan jus jeruk dan coklat panas, serumpun sedap malam disodorkan Kef ke hadapan saya, "Ini untuk mengharumi hari ulangtahunmu, dan menemani kita menulis. Ia akan mewangi sepanjang malam nanti."

"Sepertinya kamu akan menulis, sementara aku merecoki saja sambil menghirup earl grey dan mengudap kue manis.” Hidung saya mengerut cemas.

Saya memang membayangkan hari yang sulit. Bukan hanya penuh perdebatan alot, bahkan lebih buruk lagi: saya gak akan mampu memproduksi sebuah kata apapun. Lalu kalaupun akhirnya mampu, akan lambat tersendat, lalu buntu di sana-sini. Diskusi mampet. Kecanggungan menyatukan dua gaya dan keinginan, plus saya minder. Pasti melelahkan sangat. Gak akan kelar. Tapi janji kami harus tunai, bahwa cerita itu harus kelar dalam sehari. Harus. *pikiran itu sungguh gak nolong deh, sumpah*

Saya salah besar. 

Matahari belum tinggi ketika kami dengan ringan sudah menyetujui sebuah konsep cerita. Lalu dalam sebentar sudah asik mengeroyok sebuah bakal naskah. 

"Sementara kamu memulai paragraf pertama, aku akan menulis puisi ulang tahun untukmu."
"Tahukah kamu bahwa bunga sedap malam dapat dimakan? Ia biasa ada dalam masakan Tekwan."
"Kamu bilang kamu ketakutan? Mengapa?"
"Karena aku hanya bisa menulis dalam keadaan sendiri. Atau merasa sendiri."
"Nyatanya kamu bisa kan? Apakah saat ini kamu merasa sendiri?"
"Tidak. Karenanya ini aneh."

Bunyi lembut papan kunci berketuk-ketuk. 

"Kamu lapar?"

Multi grain croissant untuk kami berdua. English breakfast tea untuk saya.

"Hey. Ini menyebalkan."
"Apa?"
"Kamu bisa menulis kata-kata indah itu dalam sekedip mata, sementara aku harus berjibaku dengan kitab thesaurus."

Dalam hal ini, Kef tidak dapat menghibur saya dengan apapun selain senyum clueless yang cukup endearing :D, seolah bilang, "Riana, pengalaman tidak dapat dibeli di toko buku dan tidak dijual paketnya di biro perjalanan."

Siang datang, lalu sore. Matahari berancang-ancang lesap di balik atap rerumahan. Sesekali saya mengambil jeda untuk menghirup teh yang sudah berganti menjadi Earl Grey, mengunyah kukis dan melamun. Menikmati langit di balik jendela kaca seluas dinding kafe. Awan berarak, rimbunan pohon sepanjang Kemang Raya. Meliriki tamu-tamu kafe yang datang dan pergi silih berganti, semacam alur kehidupan, mengingatkan saya akan sitcom Cheers. "Where everybody knows your name.." *lah, nyanyi?*

"Seberapa panjang konflik kedua tokoh kita ini mau direntang?"
"Ya, ya. Sudah waktunya diakhiri sebelum mereka cakar-cakaran mendahului kita."
"Akhir yang manis? Atau pahit?"
"Manis. Tapi juga bikin sebel."
Jiahahaaaa...

Senja sudah lewat. Rumpun sedap malam beraksi menunaikan takdirnya: meruap wangi tak alang kepalang.

"Mari kita hitung berapa kata!"
"Lalu baca ulang, poles sana-sini.."

Ba'da Isya. Bunyi pretak sendi jemari. 

"Ini selesai jauh lebih cepat dari yang kukira."
"Uh-huh. Aku mengira kita akan stuck di sini hingga dini hari."

Tiga ribu enamratus tujuh puluh tujuh kata. Cerita tentang dua sahabat yang tidak pernah sepakat akan satu hal saja: apakah sungguh ada such thing as cinta pada pandangan pertama? Juga tentang harum kayu manis dan kisah meretasnya aroma biji kopi.

Cerita pendek itu selesai. Saya tertawa senang. Takjub sendiri. Kef menertawai ketakutan saya yang tak ada alasannya.

"Hey, aku punya semua alasan untuk takut!"
"Kalau begitu, kamu perempuan pemberani. Sebab itu aku punya hadiah lagi untuk kamu."
"Apa yang bisa menandingi puisi?"
"Kumpulan puisi."

Saya mulai juling sinting ge-er kesenengan bakal dikasih buku baru.

"Hanya saja, yang ini bukan kumpulan puisi. Tapi kumpulan cerpen."
"Even better!"

Anak Arloji. Buku kumpulan cerpen terbaru Kef yang acara diskusinya luput saya hadiri, padahal begitu dekat di Salihara.

Tidak ada rencana apa-apa untuk cerpen yang baru selesai itu. Dan tidak pula saya peduli. Bagi saya petualangan hari ini melebihi pengalaman manapun. Menyamai menjelajah hutan tak dikenal, menyusuri gua bawah tanah, lalu menyelam di taman dasar laut warna-warni.

Saya tiba di rumah sekitar jam 9 malam. Lelah dan masih tak percaya. Tidak pernah saya harapkan hari ulang tahun jelang 40 tahun saya se-extraordinary hari ini. Siapa bisa mengira? Allah the Almighty Love. Betapa cintaMu tak pernah berhenti.

Sementara wangi sedap malam kian menjadi, Arsenal menang 1-0 over MU!
Lengkap sudah!
*dadah-dadah dari awan*




17 comments:

Elsye said...

happy belated birthday Ri ;D huggg from here to you ;)

PennyLane said...

thank you, Sye.. *hugggs*

greentealover said...

happy bday ya mba'ri.... terharu bgt nih bacanya *sambilmereshanduk*

what a lucky present....

*big huugg*

DM said...

Entah kenapa, senang sekali mbacanya. Bersama Mas Kef, sedap!

Thanx buat greentealover yang sudah merekomendasikan tulsian ini buat kubaca :)

Anonymous said...

ada satu yang luput, Nana. menjelang berpisah, ketika kuminta dikau memejam mata....

Yeni Suryasusanti said...

Waaaakkk...... Riiii.... Apa tuh yg luput saat memejamkan mata??? atau itu spesial moment yg terlalu berharga utk dibagi di sini??? :p
Aku pun penggemar KEF sejak membaca jadul di Anita Cemerlang hehehehe
Aku tunggu publikasi cerpen tandemnya :)

PennyLane said...

@ greentealover, DM: yes, i'm lucky. thank you for mampiiiir... *hug*

@ Anonymous: aahahahaha, sesungguhnya tak luput, tapi terlalu konyol karena kalung itu gak muat, bwahaha...

@ Yeni: hiaaahahaha, it's not like what you think :D just think kalung yang gak muat :D :D :D

Yeni Suryasusanti said...

huahuahuaaa..... seandainya kalung itu muat, maka ia akan menjadi spesial moment yg terlalu berharga utk dibagi di sini wkwkwkwk..... *teteup*

PennyLane said...

@ Yeni: karena gak muat, itu kalung mampet gak bisa lolos, jadilah dia tergantung-gantung dengan bandulnya yang gede itu di jidat gue dalam keadaan gue merem!! huahahaha.. terlalu konyol!!!

Yeni Suryasusanti said...

bhwahahahahahahah..... I wish I were there.... *ketawa guling-guling*

Anonymous said...

hepibesdeeeeey cimuth!

Yeni Suryasusanti said...

riiiiiii gue udah punya aquarium jugaaaa wkwkwkwk

Elly said...

KEF...waahhh...aq penggemarnya Ri...jaman gw SMP baca Anita Cemerlang...Thn 83...akhirnya liat fotonya....makasiyy...

Apa gw kelupaan Ultahmu ya...Happy Belated Birthday sayangku...peluk..peluk...

PennyLane said...

@ Elly: thank youuu.. link fbnya Kef ada tuh paling atas aku cantumin. selamat kenalan.. :)

ami said...

satu kata : d a s y a t

Lini said...

happy belated b'day mba ri.. you are such a nice writer with spatula and chocolate :D, glad to know you...

PennyLane said...

@ mbak Ami & Lini: hadeh, thank youuu..
@ LIni: glad to know you too Lini *hug*

Post a Comment

Related Posts with Thumbnails