Sunday, May 01, 2011

Puisi Ulang Tahun dari Kef

Kurnia Effendi:
Akan Kucuri Lihat Apakah Ada Ending Cerita “Sepanjang Braga” di dalam Pikiranmu
-puisi ulang tahun untuk Riana Ambarsari
Tak ada yang utuh dalam hidup, tentu tak ada yang utuh dalam cinta
Seperti juga hari ini: kau hendak melengkapi sejarah dengan sebuah tanda, namun kekuatan yang tidak kauketahui mengerat usiamu. Perlahan. Lembut. Dan kontras.
Ada wangi sepuluh tangkai sedap malam, sepiring croissant, dan mocca yang pekat
Pagi di luar mendaras ucapan selamat padamu, menghangatkan kaca ruang keluarga, dan aksara rahasia bermain di antara jemari dan benak yang berontak. Semak tinggi itu, yang menyimpan hantu kata-kata, ingin dituai dan disajikan pada meja bundar.
Nama menu ini: “Chika dan Biskuit Pedas”
Tak ada yang utuh dalam hidup, oleh karena itu tak ada yang utuh dalam cinta
Sepagi ini kau berniat melengkapi hidup dengan pertanyaan-pertanyaan, dan cinta tak mampu menjawabnya. Membisu. Bersikeras. Dan hablur.
Ada kitab tesaurus, cerita-cerita klasik dari Rusia dan Perancis, musik jazz ringan
Matahari di luar bermurah hati membagi semangat menjalani upacara kelahiran kembali, tanpa resolusi, hanya sebuah permulaan kebiasaan yang boleh jadi tak terulang dalam waktu panjang: menulis kisah romansa tentang perdebatan cinta pada pandangan pertama
“Sepertinya kamu akan menulis, sementara aku merecoki sambil menghirup earl grey dan mengudap kue manis.”
Sesungguhnya aku menyimpan niat jahat, ingin merusak tradisimu bertahun-tahun. Seperti janjiku semalam: akan kuhunus cahaya matahari dan membelah pagi menjadi dua kerat puisi sebagai sarapan pagi.
Tahukah kau? Ini salah satunya.
Les Classique, 1 Mei 2011 
Kurnia Effendi


Terimakasih, Kef.
Dengan apa dapat kubalas?



0 comments:

Post a Comment

Related Posts with Thumbnails