Skip to main content

Help! Sudden Drop Box Everywhere!


Aaaaaaaaaaaahhh!! Seru sangaaaaat!!

Saya udah woro-woro kan sebelumnya bahwa setelah Mizone Ur Flava launch party, bakalan ada kejutan Ur Flava Sudden Drop Box serempak di 10 spot di Jakarta. Hnah. Walopun MizoneID udah mulai ngetwit tentang sudden drop box di mana-mana, saya sendiri belum tau, 'cem maaana sih kotak-kotak yang mendadak jatuh di 10 titik itu?

Ternyataaaa.. oh, ternyata.. seru sekali dweh! Jadi, di 10 tempat itu ditaruhlah box-box guede Mizone Ur Flava, ada box biru biasa, ada box yang terbuat dari es. Igloo kali. Di dalamnya ada... yak, ada si Mizone Ur Flava itu berjibun-jibun! Itu sih biasa. Yang gak biasa adalah, orang-orang pada gak dikasih tau kalo dari dalam kotak itu bermunculan Mizone Ur Flava yang bisa diambil gratis oleh siapapun! Hihihi.. iseng deh ah, pake ngobrol ngapa?


Jalur menuju si box biru maupun ice box juga dipenuhi hints yang bikin muncul fenomena "what-is-it-ness", kalo kata Steven Tyler. Ada kotak dari es versi kecil, ada cermin berbentuk botol yang bikin cecewe-cecewe ngaca buru-buru, ada botol-botol Ur Flava melambai-lambai minta diambil, sampe akhirnya si kotak geda itu terpampang di depan mata. Dan makin bikin penasaran, karena kotak yang biru gak punya tutup yang bisa dibuka. Cuma lobang kecil di bawah yang bikin gak yakin. Aaahahaha, alhasil nungging-nungginglah orang-orang penasaran itu, dan tertawa selebar-lebarnya ketika tangan mereka menyentuh benda dingin yang bisa diminum sepuas hati! Mizone Ur Flava baru, rasa mangga kweni, yang gak bikin bibir Widya bengkak :D

Begitu satu orang tau, langsung semua orang berbondong-bondong ikutan ngambil Mizone dari drop box, udah kayak naik haji, maaan.. Waktu Mizonenya abis, itu kotak sampe dibalik-balik, berharap kayak kotaknya Doraemon kali, bisa muncul Mizone lagi entah dari mana, hihihi..

Yang seru sih kotak gede yang dari es. Begitu Mizonenya abis, esnya dipake bakal seluncuran! Jiaahh, winter olympic kali! Tapi emang kalo pas Jakarta lagi gerah-gerahnya, enak kali tidur-tiduran di atas es itu ya *cerdas*

Buat yang belom nyobain Mizone Ur Flava baru ini, mulai sekarang pasang mata kalo-kalo ada gejala mencurigakan. Soalnya sudden drop box bakal menyerang kota-kota lainnya selain Jakarta:  Bandung, Jogja, Semarang, Surabaya dan Bali, di tempat-tempat keramaian dan keriaan, mulai dari kampus, kantor, sampai hang out places. Video di atas baru di satu kota, Jakarta. Saya udah gak sabar kepingin liat kehebohan di kota-kota lain, don't ya? Mari mengintili kicauan MizoneID, supaya gak ketinggalan keanehan berikutnya. Kali-kali besok ada sudden berlian! *hayyah, ketauan emak-emak* *umpetin kerut*

Akhir kata, *set dah, kendurian?*, saya sih bukan penggemar minuman isotonik, tapi penggemar berat mangga. Jadi kalo minuman isotonik bisa seenak mangga kweni, sure it's worth the gulping, big one. Apalagi sebentar lagi musim mangga *loh*.

Mizone Ur Flava, ada kamu disini!
Or in my case, ada mangga kesukaan saya di sana!

Comments

Popular posts from this blog

Taman Nasional Ujung Kulon: Surga Di Ujung Barat Pulau Jawa

Scroll down to go directly to technical data: "Not So Lonely Planet" section.
Di belakang antrian 9 set foto dan 16 catatan perjalanan yang entah kapan bisa lunas, dengan ngos-ngosan namun pantang menyerah, saya mulai cicil hutang ini sebelum maut menjemput. Biangnya adalah hilangnya smart phone saya yang menyimpan catatan-catatan perjalanan Wakatobi, Ternate, Raja Ampat, Banda Neira, Ambon (day to day!) dan Baduy Dalam. Usaha mengerahkan teman-teman saya untuk meng-sms nomor saya tersebut meminta agar file-file tersebut diemailkan ke saya tidak membuahkan hasil. Akhirnya saya harus mengikhlaskan dan memblokir nomor itu lalu mengurus kartu baru.

Sejak itu, hutang yang memang sudah menumpuk menjadi semakin menggila. Saya berhenti mencatat. Baik secara harfiah maupun dalam kepala. Setiap kali backpacking, semuanya saya biarkan lewat tanpa berusaha menangkap kata-kata. Saya resapi segalanya, namun enggan menerjemahkannya ke dalam diksi. Rasanya malas sudah menyusun bunga rampai…

Kembali Ke Titik Nol

Song"Sajadah Panjang" - Bimbo

"..pertanyaannya adalah, di manakah kita? Ada di mana kita dalam bangunan perjuangan menegakkan keadilan di bumi Allah? Apakah jadi tiangnya? Sekrupnya? Atau sekedar serpih debunya? Bahkan menjadi debunya masih jauh lebih baik ketimbang hanya diam dan menonton.." (Tantular Wirta Sancaya, my dear brother)
...Dalam linangan
air mata
saya menyadari
satuhal... Belasan tahun lalu, kakak saya nomor empat mengatakan ini, ketika gerakan reformasi baru mulai menggeliat. Kalimat ini terngiang kembali di telinga saya, tak berhenti, dalam dua bulan terakhir, ketika saya berjuang menyelesaikan terjemahan sebuah dokumen politik setebal 601 halaman.

Selama ini, saya selalu beranggapan bahwa dalam berjuang di jalan Allah, berjihad, setiap manusia memiliki jalannya masing-masing. Memiliki monumen pahalanya masing-masing. Dan itu tidak mesti bersinggungan langsung dengan label agama. Ketika kita mendedikasikan hidup untuk menyusuri sajadah panjang membentan…

What Happened To The Universe?? - Ketika Semut Tak Lagi Doyan Kemut

Sebetulnya saya sangat sayaaaaang pada mahluk koloni yang rajin ini. Pekerja yang tangguh, giat dan ulet. Selama ini saya merasa mereka adalah sahabat-sahabat saya di dapur dan di mana-mana. Tiap kali mereka mengerumuni makanan di atas meja, saya cuma tersenyum maklum, lalu memindahkan makanan ke tempat yang aman dari jangkauan mereka. "Semut juga perlu makan." Ehm, bijak.

Merekaada di sekitar saya untuk mengingatkan supaya senantiasa memelihara kualitas ketangguhan dan kerajinan seperti mereka. "Piknik tanpa semut, bagaikan ke pasar tanpa beli duren." *eh*

Tapi, tapiiiiiiiii... akhir-akhir ini mereka semakin nakal dan banyak akal. Air putih pun mereka kerumuni. Wadah kedap udara berhasil mereka tembus. Tutup botol diterabas. Plastik digeripisi. Hey, hey, lantas apa arti persahabatan kita selama ini? Apa???

Tahukah kamu, semut-semutku sayang, sudah bertahun-tahun para penjual racun semut itu saya cuekin karena sungguh saya gak mau melukai kamu? Sekarang, inikah balasa…