Saturday, March 27, 2010

SDD

SDD

Ah..
Bagaimana harus saya gambarkan perasaan malam ini? Saya bahagia sekali! Malam ini di Teater Salihara, seperti sepasu besar air sejuk mengguyuri jiwa saya. Sudah sebegitu lamanyakah saya membiarkan diri kelaparan dan kehausan? Dari keindahan kata dan senandung? Dari rayuan puisi dan prosa? Dari segala yang mengelus rasa dan mengasah nurani? Sebegitu lamanyakah saya menjadi robot tanpa nyawa? Sesosok zombie di atas bumi Allah?

Ah..
Lama sudah tawa saya tak sejernih ini. Ketika cerita-cerita pendek dan puisi dibacakan. Lama sudah air mata tak mengalir sebening ini. Ketika Nocturno tuntas didendangkan trio Nana-Jubing-Umar. Semua adalah oksigen dan air. Hidup dan denyut nadi. Dulu. Dulu sekali. Terasa seperti sebuah jaman yang teramat purba. Ketika pandangan saya menjadi kabur, lalu dada sesak pecah membumbung oleh bahagia, otak saya berputar mencoba mengingat: kapan terakhir kali saya sebahagia ini? Subhanallah.

Sapardi Djoko Damono The Poet

Terimakasih. Untukmu. Sudah melarik diksi untuk kami, untuk menjambak saya lagi. Allah memberikan usiamu hingga 70 tahun, salah satunya untuk mengubah hidup saya, yang mungkin kembali saya miliki lagi sejak malam ini.

Terimakasih. Untuk kamu, Kef. Sudah memaksa saya datang ke sini. Menemani saya di tengah lingkungan yang sebelumnya mendekatpun saya jeri. Membuat saya merasa nyaman dan ikut memiliki. Memanggil saya dengan nama pendek yang nyaris terlupa sudah.

Terimakasih. KepadaMu. Tak pernah lepas memelukku. Menggenggam tanganku. Mengusap keningku yang berkeringat ketika sakit merajam. Menghadiahiku dengan kejutan ketika kebosanan menumpulkan setiap neuron. Melimpahiku dengan kelembutan ketika jiwaku mengeras. Memeliharaku, membersihkanku, lalu mengecup sayang pundakku. Engkau cintaku. Engkau cintaku.


Pejaten, an hour before midnight
*oleh-oleh dari ulang tahun ke-70 Sapardi Djoko Damono, Teater Salihara, 26 Maret 2010*


...

Thursday, March 04, 2010

The Appeal

What can I say? Being a Grisham's fanatic never helps in being objective.

I'm not gonna ramble on synopsis, as you can find it anywhere.  The book apparently didn't get enough good review from people, well, GoodReads people to say the least. But for me, this.. is a must-read.

You won't find anything new to the story-telling style. It's just Grisham. Anti climax, flowing like water over creek in the meadow where Laura Ingalls once lived --only not that peaceful, you know.. Grisham. But still, in the battle of good versus evil, I still hoped the good will prevail. It brutally didn't. Brutally.

I enjoyed the book very much, I'm sure you Grisham freaks will do too. There's an interesting disclaimer at the end of the story, denying some facts, yet admitting the rest. Which only underlined that the whole matter was actually as true as tears and laughter. 'Nuff said.

...

Monday, March 01, 2010

Ridiculously Ridiculous


No words needed, for sure. Pretty much we knew the verdict brought by the ridiculous votes. Am talkin' about the boys. The girls' vote was only fair.

Now, I got Lee to rely on. Please save the civilization, my boy. The world's sanity is on your shoulder. God be with you.

...
Related Posts with Thumbnails