Sunday, January 17, 2010

Until I forget to remember..

Until I forget to remember
"Getting up late in the morning and having a cup of coffee dark and strong would not be a lazy distraction. It is just my least struggle to endure the time without you, the indelible you, until my heart forgets to remember you from my past, my old habits."
words taken from a notebook sold in Gramedia Penville
photographs by riana
scrapbook thingy by Billy Alexander
  

Tuesday, January 12, 2010

Another Beautiful Piece by Dinda Imani Khamasasyah

Another beautiful piece written by my niece, Dinda, 15. Enjoy.

Dokumen Kusam yang Nyaris Ter-delete
January 11, 2010 at 7:37pm

Rena, hujan.

Aku menemuinya saat berlarian menghindari hujan di pelataran parkir universitas seni itu. Anak bermata abu dan berambut pirang. Menatapku sangat tajam. Terlihat rona harapan membuncah lewat bibirnya yang gemeletukan. Kami nyaris saja bertubrukan kalau ia tidak segera memalihkan badannya dan membiarkan aku berlari. kejadiannya sangat cepat.

Rana, lukis.

Aku tidak pernah mau menggubris perhatian orang lain yang dusta itu. Mereka tetap pecundang dalam hal apapun. Aku melakukannya dengan caraku sendiri. berbahasa dengan karya apapun yang aku makan. Sore itu aku berjalan ke kelas lukis dengan dua kuas baruku. Mezorta sudah memulai kelasnya. Aku terhenyak. Jendela miliku terbagi dua. lelaki itu menjamah kamusku. sialan.

Rena, Toko Bunga.

Harum haruman bunga itu sangat tidak gagal merenggut perhatian indera penciumanku. Aku memilih diantara jutaan zat hijau, beberapa bunga anak perempuan. Malam ini Liana ulang tahun. Beberapa mawar putih tanpa duri akan menancap 32 di sekeliling ranjangnya. ia tentu haru. Beberapa helai alat tukar ku keluarkan dari dompetku. Tak sengaja kulihat perempuan abu berjalan mendekati tempat pembayaran.

“100.000 untuk setangkai mawar hitam.”

Ia membeli setangkai mawar hitam.

Anak abu itu berjalan melewati pintu toko, menerobos jalan raya dengan 5 langkah tanpa lihat kanan kiri. Jantungku nyaris copot menatap kejadian itu: truk besar berangkutan barang material berat berhenti mendadak saat anak abu itu menyebrang. sumpah serapah supir truk tak berpendidikan itu menemani langkah berikutnya anak abu menjauhi trotoar. Aku gila karenanya.

Rena, lukis.

Sudah dalam hati kuyakinkan diriku tak ada lagi orang disampingku. Tapi asap rokonya mengganggu pernafasan, tatapan mencuri-curi lukisanku-nya yang murahan, dan deheman beratnya yang meresahkan.

--
kutemukan begitu saja pada dokumen lamaku di laptop.
Created on Thursday, October 22, 2009, 10:33:44 PM.

Isn't she amazing?
..
..

Saturday, January 02, 2010

New Era

..buka tabungan haji,
..beli softbox,
..meja akrilik,
..lensa 105mm or 50mm f1.4 USM,
..yoga lagi,
..berenang lagi,
..5 pages of Al Qur'an a day,
..beresin fc yang berantakan,
..getting back my healthy happy life again,
..travelling and adventure will come along.

Ready for a new era of my life.
Related Posts with Thumbnails