Namanya Kerlung Pelangi. Saya menerjemahkannya demikian. Karena terdengar lebih indah daripada Pelangi Ikal, ataupun Pelangi Melingkar. Dia saya kenal beberapa tahun berselang, ketika ia menyapa saya di suatu siang berawan namun terik memanggang. Sejak itu, diam-diam, dia menjadi malaikat pelindung saya. Guardian angel yang entah mengapa selalu ada ketika saya butuh oksigen pengusir racun bosan dan iblis basi. Kamu tahu betapa sulitnya menemukan seorang trekkie sekarang ini? Dia adalah salah satunya. Meski semestinya saya sudah mengira, tak urung saya senang sekali bahwa spesies kami belum sepenuhnya punah.

Ketika saya terjebak alur hidup muggles, dia akan datang di waktu-waktu yang tidak terduga. Mengirimi saya benda-benda sihir yang sangat menyenangkan. Mengingatkan saya lagi akan jati diri dan suara kebenaran yang mulai sayup tertelan riuh kesibukan dan gegas waktu. Selalu harus ada ruang untuk khayalan!

Hingga kini, dia tetap menjaga saya. Lewat mantera-mantera di timeline. Terakhir, ia menciptakan rumah manis untuk tempat saya berkicau. Tempat siapapun bisa berkicau dari dapur saya yang hangat, wangi jeruk dan kayu manis. Sebuah kado berpita yang meletup melontarkan confetti berkilau-kilau. Saya bertepuk tangan kesenangan, pipi saya menghangat, bola mata mengerjap bintang.

Dia Curly Rainbow. Saya memanggilnya: Kerlung Pelangi.
...