Friday, April 10, 2009

Spreading Her Wings



"Terimakasih sudah menghilangkan segalanya." Dia tidak sedang berkata sinis, melainkan sungguh-sungguh berterimakasih. Karena begitu dia sadar kembali, ---setelah berada dalam keadaan marah, lalu kecewa luar biasa, lalu tidak percaya, lalu tenggelam dalam pengingkaran, lalu putus asa menyadari tak seorangpun akan pernah bisa mengerti apa yang dirasakan dan diyakininya, lalu air mata, lalu tangis, sayatan ngilu di hati yang mengilasbalikkan seluruh hidup di kilatan matanya,--- setelah sejuta segala, hatinya melepas pergi yang tertambat di hati.

Sesungguhnya, tak ada yang lebih membebaskan daripada mengambil tanggungjawab sepenuhnya di pundak sendiri. Dia dan kebodohannya. Kebodohan perawan yang jatuh cinta pada sang gatotkaca. Cinta yang begitu suci dan putih. Sungguh-sungguh tanpa noda. Hanya sang gatotkaca yang boleh menyentuhnya, menghisap sari madunya yang keramat tak tersentuh manusia. Cinta dan bodoh memang sulit dibedakan.

Kembali ia menjadi diri sendiri. Dengan semangat muda yang mandiri sebebas burung. Direntangkan sayapnya lebar, dikibaskannya setiap partikel yang membebani, dihentakkannya kaki melepaskan rantai yang membelenggu kaki. Terbang ia.

Mereka bisa kembali seperti dulu. Bermain kata-kata tanpa berharap padang rumput negeri tundra jadi tempat bercengkerama. Masih bisa terasa indah bukan? Bukankah tuhan mereka adalah keindahan?

"Ah, terimakasih sudah menghapus bersih segalanya," bisiknya pada lengkung langit malam. Sepatutnyalah ia bersyukur.

Spread your little wings and fly away, fly away, far away
Pull yourself together 'cos you know you should do better
That's because you're a free man..!!

-queen-

2 comments:

  1. Kebodohan cinta kadang tak terasa karena balutan kain putih yang rapat menutupi serpihan dan sayatan hati yang terpecah.
    Malam selalu menemani untuk menanti perubahan dengan penyucian diri.
    Ritual indah menuai mimpi dilangkah hari.
    Kecup manis hari karena Sang Pecipta beri cinta menuai butir mutiara dari mata yang tertutup.

    ReplyDelete
  2. "Sesungguhnya, tak ada yang lebih membebaskan daripada mengambil tanggungjawab sepenuhnya di pundak sendiri"

    love this. thanks.

    ReplyDelete

Related Posts with Thumbnails