Tuesday, November 20, 2007

Just Another Day's Desktop

...
Sembari nunggu Desperate Housewives di Star World..
  • Jumat lalu nonton Monolog Butet Kertaredjasa di TIM, sama Nieken, mbak Fat, Lia n gank-nya. Wadaw, bagus banget! Djaduk, oh, suaramu semerdu buluh perindu..

    Engkau gemilang, malam kemilau
    bagaikan bintang timur sedang mengembang..


    Ooh, bikin jatuh cinta!
  • Gak disangka-sangka, trip ke Surabaya kemarin mempertemukan gue dengan Harry Dhea!



    Hidup ini, bagai belaian ombak mencumbu butir-butir pasir putih
    terselubung sutera mimpi, melambung ke jenjang khayal
    Hidup ini, kan dapat mendera bagai ombak mencampakkan karang tinggi
    mengkaramkan cita-cita, menyibak terali duka
    Kenyataan ini, kan s'lalu datang silih berganti..

    "Selamat Datang" by Harry Dhea

    Kalo ngaku anak 80-an yang musical banget, kudunya taulah ya lagu yang amat sangat bagus ini. Kalo gak tau, elo harus denger lagunya! Cari gih di milis 80an. --> Atau dengerin aja tuh di atas :) --> updated February 1st, 2008
  • Kat Von D bikin LA Ink, dengan muka dan body udah nipped 'n tucked abis. Kamse'upay.

  • Nanti kalo syal ini udah jadi, judulnya Syal Bus(way). Karena gue ngerjainnya setiap kali dalam perjalanan di bus(way) :D
Knitting on the Bus
...

Sunday, November 18, 2007

The So Called FC

...
Beberapa teman bertanya soal bagaimana saya bisa tetap menjalankan Food Combining (FC), secara saya doyan makan enak dan seneng bikin kue. Saya gak mau kedengeran sok tau, tapi jawabnya ternyata cukup sederhana: makanlah yang enak-enak itu, tapi secukupnya saja. Hehe.. klise! Tapi betul loh. Dan insya Allah gak menderita sama sekali kok. Kalau kita sudah memulai FC, perlahan-lahan kita gak terlalu menginginkan lagi makanan yang tinggi lemak dan gula (kecuali kalo lagi relapse! Haha!). Kita hanya akan menginginkan apa yang tubuh kita butuhkan.

Kebetulan saya pernah kerajinan, menulis tentang bagaimana pengalaman saya memulai FC secara super duper perlahan. Mungkin karena tidak ada perubahan ekstrim, maka dari awal memulai FC hingga sekarang (lebih kurang setahun), alhamdullillah saya tidak mengalami penderitaan yang berarti.

Sila di-donlod file di bawah ini. Mudah-mudahan bisa bermanfaat.

Memulai dengan Tenang, Mengubah dengan Mudah

Beberapa link yang mungkin berguna:

...

Friday, November 16, 2007

Done! ~ A Tribute To Anne

...
Anne, may Allah bless you with all the good things in life and afterward.

Yesterday, Anne malaikat gue (remember this story?) came by handing me these games:



Oh, after searching for so long, we finally completed our Nancy Drew game collection! Yay! Now, the past is ours too. And all we have to do is only paying attention to what comes next. Now that's my friend, what I called done!

I'm now ready for holiday season, entering the approaching new year with a smile on my face.

Anne, your my saviour. Can't thank you enough. I thank God you were born.

...

Tuesday, November 06, 2007

Green, Green of Tea Trees

...Foto di atas diambil waktu Tiwok Nirmala beberapa bulan lalu. I really really really enjoyed myself there. Udara puncak, kebun teh, jalan kaki. What can be more enjoyable.

Sebelum jalan kaki, kita pada taichi dulu dipimpin pak Budi. Pertama kalinya gue taichi! Ternyata oh ternyata, gerakan sederhana nan pelan itu, disertai napas yang teratur mengiringi tiap gerakan, mampu mencucurkan keringet berbutir-butir.

Rute tiwoknya ngambil rute pendek, jadi gak terlalu berasa capek. Setelah itu, disambung acara macem-macem. Standar keriaan lah. Games, doorprize, peserta terfavorit, dll. Tapi yang paling asik, waktu diajarin accupressure sama.. aduh, lupa namanya. Diajarin bahwa di sekujur badan manusia itu terdapat ratusan titik-titik yang jika ditekan, akan membawa efek perbaikan ke fungsi-fungsi organ dalam tubuh. Lalu rame-rame kita diajarin mencari titik-titik meridian di tubuh kita sendiri, dan cara menekannya, langsung praktek. Huaaah, menarik banget. Kalo ada pendalamannya, mau nih ikutan.

Di lokasi acara, ada tenda sponsor yang ngasih layanan cek massa tulang gratis. Ikut deh gue ngantri. Dan, oh kesian banget gue. Hasilnya, massa tulang gue kuraaaaang! Masih kalah tuh sama bapak-bapak sebelum gue yang massa tulangnya masih ok banget padahal umurnya udah 70an tahun. Dooook, kurang apa nih daku? Makan ikan perasaan doyan deh, olahraga lumayan lah, walaupun emang waktu itu pas lagi bosen-bosennya berenang. Sayuran sama buah kenceng. Dokternya bilang, makan ikan, sayur-sayuran, susu, olahraga, dan... minum suplemen. Ehem.. ok deh, dok.

Acaranya super santai. Very refreshing and relaxing. I am looking forward to more events like this.

...

Monday, November 05, 2007

Seseorang Berinisial "S"

...
Dulu, saya punya seorang teman. Eh, dia masih teman saya denk, hingga sekarang. Hanya saja kita kehilangan kontak sejak kurang lebih 6 tahun lalu. Jadi kalimat pembuka tadi lebih baik saya ubah sedikit.

Saya punya seorang teman, inisialnya S. Nanti kamu akan tahu kenapa saya menggunakan huruf depan saja, dan bukan nama lengkapnya. Untuk saat ini, biarlah begitu dulu.

Si "S" ini teman SMP saya. Secara umum, dia tidak beda dengan teman-teman lain. Yang membedakan pertemanan kami adalah bahwa kami suka saling mengirim atau bertukar "karya seni". Saya bingung mencari kata yang tepat untuk benda yang sering kami saling kirimkan ini. Kami membahasakannya begitu, karena tidak tahu bagaimana menyebut benda ini.

Karya seni yang saya maksudkan bukan lukisan, patung, atau benda lain yang sungguh-sungguh bernilai seni. Nilai seninya hanya berlaku buat kami berdua selaku pembuatnya. Benda ini adalah apapun yang kami buat sendiri sebagai bentuk ekspresi komunikasi antara saya dan dia. Bisa berupa macam-macam, di atas media macam-macam. Suatu hari saya mengirim laporan lengkap perkembangan musik pop dalam setahun, di atas kertas kalkir tanpa sambungan, bermeter-meter panjangnya. Saya tulis tangan menggunakan rapido, lengkap dengan ilustrasi warna warni sekehendak hati. Lain waktu, dia mengirimi saya sebuah buku berukuran setengah A4, terbuat dari kertas coklat roti yang dijilid dengan tali karung. Tiap halaman buku itu bertanda huruf dan angka, pinggirannya digunting seperti buku telepon, sehingga halamannya mudah dibolak-balik sesuai huruf atau angka yang tertera di pinggiran halaman. Di halaman pertama, ia menulis sebuah lirik lagu. Kemudian di akhir lirik lagu, tertulis:

Who's Crying Now by Randy Crawford --> Go to R

Maka saya akan membalik halaman yang bertanda R. Di halaman bertanda R ini, ia menggambar komik cerita tentang hari-hari kuliahnya. Ada potongan serbet kertas, dari restoran di mana ia dan teman-temannya sering "ngamen". Potongan serbet itu hanya menempel sedikit pada buku, sehingga kalau saya angkat sedikit potongan itu, akan tersibak tulisan di baliknya:

Kalo elo ke sini, gue traktir!

Kemudian ada perintah lagi untuk melanjutkan ke halaman lain lagi. Demikian seterusnya. Buku ini disertai dengan kaset, yang harus diputar mengiringi proses saya membaca buku. Karena urutan lagu-lagunya sudah direkam sesuai dengan urutan isi buku itu. Seperti soundtrack film mengiringi di belakang adegan saya membalik halaman. Ha ha ha.

Itu hanya dua contoh dari banyak karya yang kami saling kirimkan. Saya tidak ingat persis apa saja, saking banyaknya dan saking sudah lamanya. Ada pesan pendek berupa puzzle, yang harus disusun dulu dengan benar sebelum pesan bisa terbaca, poster buatan sendiri, kartu-kartu lebaran unik-unik. Dia memang paling jago bikin kartu lebaran yang super duper unik. Kartu buatan dia selalu keren, bercita rasa tinggi, sekaligus nyeleneh, gabungan Picasso dan Gondry yang menjelma dalam satu bentuk mini di tangan saya.

Ketika dia menikah, hanya beberapa bulan sebelum saya, kartu undangan yang sampai di tangan saya tidak istimewa. Saya telepon dia sambil tertawa terbahak-bahak.
"Yaaaaah, kok basi sih kartunya?" Waktu itu, istilah 'basi' sedang di puncak popularitas.
"Itu gara-gara bokap gue! Gue udah bikin desain artistik banget, halaaah,kena veto!" Mati-matian ia menjelaskan dan membela diri.
"Well, ok. Paling gak, elo gak dapet cewek basi kan? Sebasi kartu loe?" Dia bersekolah dan langsung bekerja di luar kota, sehingga saya tidak sempat mengenal pacar-pacarnya. "Yang bakalan cemburuan sama temen-temen perempuan loe?"
"Nggg....."
"Don't tell me you got one of them!"
"Nggg....."
"Hah, payah deh. Basi."
"Ternyata gue butuh juga yang basi-basi kayak gitu, tauk!" Suaranya keki sekali.
"Huahahaha...!" Saya tertawa seperti raksasa.
"Email elo apaan?" tanya saya kemudian.
"Nggg....."
"Buseeeet, email dipatroliin juga?"
"Nggg..., pokoknya jangan deh."
Itu percakapan terakhir saya dengannya. Sekarang sudah tahu kan, kenapa saya sebut dia dengan inisialnya? :)

Anyway, saya sebetulnya hanya ingin say hi kepada dia. Saya tidak tahu dia beredar atau tidak di internet, sepertinya tidak. Tapi barangkali saja dia baca, well, elo tau, elo yang gue maksud. Come say hi back to me. Just so I know you're still there. And still keep the music playing.

Untuk seorang teman entah
di
mana dan tidak saya cari :)


...
Related Posts with Thumbnails