Friday, August 18, 2006

Teman Saya dan Teorinya

...
...bentuk egoisme
paling tinggi
adalah perang.
lawannya, pernikahan.
Mari bicara tentang hubungan dua manusia, di luar kerangka agama. Maksud saya, kalau dalam kerangka agama, saya amat sangat tidak kompeten menulisnya.

Beberapa waktu yang lalu, seorang sahabat lama menelpon saya. Ngobrol ngalor ngidul, akhirnya pembicaraan kami sampai ke soal pernikahan. Sebenarnya saya sih yang memulai, dengan menanyakan kabar suaminya.

Satu hal yang saya suka dari teman saya yang satu ini, adalah teori-teorinya yang segudang. Teorinya mengenai ini itu merupakan hiburan buat saya. Membuat saya berpikir, tertawa geli, manggut-manggut, terbahak-bahak, sampai akhirnya mengantuk :) Tapi itulah yang selalu saya kangeni dari dia.

Sebaiknya memang kita tidak terlalu dekat dengan seseorang, ia mulai berteori tentang hubungan antar manusia. Karena semakin dekat, kita akan semakin berharap banyak. Dan semakin berharap banyak, kita akan semakin banyak kecewa. Dan menyalahkan si orang tersebut, atas ekspektasi kita yang tidak terpenuhi. Jadi balik lagi ke Khalil Gibran, bahwa gunung justru indah dipandang dari kejauhan. Dan tiang-tiang kuil tidak dibangun terlalu dekat. Dan dawai gitar pun memiliki nadanya sendiri, walaupun memainkan lagu yang sama. (By the by, saya tidak salah ketik. Yang betul memang Khalil Gibran, bukan Kahlil Gibran).

Maka yang tersulit adalah hubungan dalam perkawinan. Ketika dua orang menjadi teramat sangat dekat. Namun di saat yang sama, harus mengharap sesedikit mungkin, dan memberi sebanyak mungkin.

Bentuk egoisme paling tinggi adalah perang. Lawannya, adalah perkawinan. Sebuah bentuk pengabdian paling tinggi.

Sayang sekali, tengah asik saya mendengarkan teori-teori tersebut, kami harus segera mengakhiri percakapan. Karena kalau diteruskan, sampai pagi pun tidak akan selesai!
...

Thursday, August 17, 2006

Sebelum Matahari Terbenam

Turned out Before Sunrise has a sequel.

This time, the movie did not end with goodbyes. They're together, although not 'together'. Yet. Or whatever. They're in the same room, and the movie ended. The last two lines were Celine saying,"You're gonna miss your flight," and Jesse went,"I know". And the movie ended.

I'm still in love. So much it hurts.



The other day, when I returned the movie to the rental place, I took a chance by asking the girl behind the counter if I can buy the movie. She hesitated, but then promised me to ask her boss about it and let me know.

Well, I stopped by the rental place this afternoon, and she told me I can buy the movie. Yay! And.. they also have Before Sunset, the sequel. Hah, what a perfect independence day today. So, yes, yes, I am thinking what you're thinking. I will keep this one as well :)

...

Wednesday, August 16, 2006

4 yang Selingkuh

...
Liburan kemarin menyisakan banyak cerita. Termasuk cerita sakit gigi, kamera andalan rusak (jatuh di Ice World! Huaaaa!!!!!!!!!!!), keponakan punya pacar baru, hingga yang menyedihkan seperti teman sekolah Anya yang sering dipukul ibunya. Termasuk juga, tentang 4 perselingkuhan.

"Hah???! Na'uzubillahi min zalik.... Kapan? ........ Oya? ............ Haduuu..."
Telinga saya langsung tegak. Ada apa nih? Kok pake nauzubillahi min zalik segala sih mpok gue ini ngobrol di telpon. Udahannya langsung saya todong. Pengen tauuuu aja..

"Tommy, suaminya Alin, selingkuh!"
"Na uzubillahi min zalik...," nah jadinya saya nyebut juga. "Ketauannya gimana?"
"Si Nia keceplosan (Nia kakaknya Alin)," kakak saya langsung ambil posisi curhat. "Kan lagi pada ngumpul makan niiiih.. berlima di Plaza Senayan."
"Siapa aja?"
"Biasa deh, satu gank minus gue. Nia, Alin, Erna, Sylvie, Vera."
"Terus?"
"Naaah, Nia ujug-ujug nanya ke Sylvie, tau tempat 'orang pinter' gak, yang bisa tau apakah seseorang under spell apa nggak. Sylvie bilang, dia taunya tempat pengobatan alternatif, bukan urusan guna-mengguna. Terus kan Sylvie jadi nanya donk, emangnya ada apa. Ya udah deh, Nia terpaksa terus terang. Dia bilang dia pengen tau si Tommy itu diguna-guna orang apa nggak. Nahlo, kan Sylvie makinan nanya ada apa. Akhirnya, mau gak mau, ceritalah si Alin tentang suaminya itu."
"Alin taunya gimana?"
"Akhir-akhir ini emang si Tommy itu suka telponan malem-malem lamaaaaaa banget. Alin tidur, kebangun malem, Tommy masih telponan. Pernah nih, pas Tommy lagi telponan, mati lampu. Orang rumah sibuk ngurusin lilin dan lain-lain, Tommy tetep telponan!"
"Hmm.."
"Dan kayaknya sih udah berlangsung lama deh.. Soalnya ternyata terungkaplah, bahwa dari mulai nikah 6 tahun yang lalu, yang ngebiayain operasional rumah tangga tuh si Alin, bukan Tommy. Termasuk nyicil rumah dan sewa apartemen selagi rumah dibangun."
"Aaah...."
"Terus beberapa waktu lalu, kebetulan tagihan kartu kredit belum kebayar, Alin minta uang ke Tommy. Eeh, Tommy malah marah-marah dan bilang gak punya uang!"
"Uh-uh. Terus dikonfrontasi gak?"
"Pas ceritanya belum selesai, eh si Tommy nongol jemput Alin. Jadinya berhenti deh ceritanya. Gue juga nungguin kelanjutannya nih gimana."
"Ya Allah.."
"Gue udah cerita belon sama elo, ternyata si Erna juga pernah selingkuh?" Erna salah satu gank mereka juga.
"Hah??! Erna??"
"Gue belom cerita ya? Iya si Erna. Heran kan lo?"
"Bangeeet....," saya masih melongo.
"Ketauan lagi, sama suaminya. Sampe ditongkrongin tuh si Erna sama suaminya. Makan siang dijemput, pulang kantor dijemput. Alhamdulillah sih gak cere'."
"...."
"Kalo dulu Andri sempet selingkuh juga, gue udah cerita belom?" Andri suami Nia.
"Yang sama pembantu itu?"
"Bukaaan....., itu sih waktu belom nikah. Ini yang sesudah nikah."
"Ya ampun, .........lagi? Jadi dua kali?"
"Yoi. Fotonya cewek itu ditemuin Nia di file-file kerjanya Andri. Kasusnya panjang tuh, gue sampe lupa gimana detailnya, saking seringnya Nia ngupdate gue. Tapi akhirnya Nia memutuskan untuk memaafkan Andri."

Sampai malam hari saya dan kakak masih memikirkan dan membicarakan perkara perselingkuhannya Tommy.

Kok ya kebetulan. Sehari sebelumnya, seorang sahabat saya baru saja cerita, bahwa suami teman kami ketahuan selingkuh juga. Ketika dikonfrontasi, sang suami justru balik marah dan malah menyalahkan sang istri, karena jadi penyebab berakhirnya hubungan dia dengan sang kekasih gelap.

Too much information in one vacation!
...

Tuesday, August 15, 2006

Sebelum Matahari Terbit

I'm in love.

Saya baru saja nonton sebuah film lama, sebuah drama romantis. Sepanjang film, dan sesudahnya, saya disergap perasaan yang sama seperti belasan tahun yang lalu. Jatuh cinta seperti cinta pertama!

Apakah karena sudah cukup lama tidak merasakan jatuh cinta lagi, maka ini terasa seperti cinta pertama?

Film itu sungguh menggambarkan dengan gamblang diri saya. Sialnya, saya pernah mengalami kejadian yang mirip seperti di film itu. Ketika rasa jatuh cinta disadari indah karena tidak ada kelanjutannya. Ketika waktu menjadi tujuan untuk diraih. Sekarang, atau tidak selamanya.

Adegan favorit saya adalah ketika Celine bilang,"Are you saying you wanna kiss me?" (or sumn' like that) Jesse menjawab dengan senyum yang dibarengi anggukan berkali-kali, dan kata-kata nyaris tanpa bunyi,"Yes, yes,yes," diucapkan sambil sekali memejamkan mata.

I'm so much in love!

Saya jatuh cinta pada rasa jatuh cinta ini. Pada derasnya produksi serotonin dan phenylethylamine yang membanjiri tubuh dan otak saya. Betapa nikmat, betapa membuai. Akan saya peluk dan nikmati rasa ini hingga ia hilang dengan sendirinya. Akan saya ingat setiap kali menjelang tidur, agar tidur saya penuh cerita cinta yang sama.

Bahagia. Akhirnya ada yang mengabadikan romantisme gaya saya dalam sebuah film yang sempurna.

DVD itu masih tergeletak di kamar saya. Before Sunrise. Ethan Hawke & Julie Delpy. Perfect.


...

Sunday, August 13, 2006

Surabaya 2006

Perfect time to get away from my routines. Had a blast with my nephews, nieces, sister, and in-laws. Catching up, exchanging stories, visiting cool places, going to the spa, eating out, shopping, going to the movie, swimming, and planning for the next vacation. South Africa World Cup 2010? New Zealand's Lord of the Ring tour? Or South-east Asia cruise? Let's save up, sisters!

Monumen Kapal Selam Pasopati







Masjid Muhammad Cheng Hoo





About Laksamana Cheng Hoo on mimimama wawawa

Wedoro


Tanggulangin



Pusing gak sih liat tas banyak banget..

Kya-kya



It's the China Town that turns into a spacy outdoor eating place at night, with fortune tellers, souvenir stalls and people selling chinese gizmoz all around the place.

Bought this pendant necklace there. The seller said the word means "lucky". Anybody can confirm that to me?


FO, etc.



Photos are hosted on Flickr & Photobucket

...

Tuesday, August 08, 2006

They're Tearing It Down

...



...now we can't even remember why we sold the house in the first place...
Finally, someone else is tearing down the house.

About a week ago, me, my big sister, Ahmad my nephew, Anya my niece, our maid, and 2 of my inlaws drove by the house. Some relative told us, apparently someone finally bought the house, tore it down and is building on the lot.

We stopped our car across the street and saw our used-to-be house was gone. We could see some workers were working on a new building.

When we found out that the house was being re-offered (read Aneh and Makin Aneh), I was hoping nobody would buy the house until finally someone in my family can afford to buy it back. But now the hope seems to be drifting away. When the new building is finished, we have to be a giant billionaire to be able to afford such perfect lot.

Now we can't even remember why we sold the house in the first place.

My sister finally broke the silent,"Gue harap skenarionya kelak akan gini nih: Wida pulang ke Indonesia bawa duit banyak, dan ngebeli lagi rumah ini."
"The one who ran away from the house will be the one who finally gets it back?" Me, getting all sentimental.
"Yup, lot of stories go that way, right?"
"Yea, biasanya begitu."

Silent again. This time I was the one who broke it.

"Ahmad, nanti kalo udah besar, Ahmad bikin perusahaan kayak si Soichiro Honda, dapet uang banyak, terus beli lagi rumah ini ya."
"Oh, iya, itu udah Ahmad rencanain," Ahmad tried to hide his tears.

Everybody murmured,"Amin....."

Allah, hear us.

...
Related Posts with Thumbnails